POSMETRO MEDAN – Bentrokan terjadi antar sejumlah warga di Dusun Ampera, Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Senin 4/10/2026 sekitar pukul 22.00 wib malam.
Dari bentrokan itu, satu orang dikabarkan mengalami luka tikaman dan menjalani perobatan di rumah sakit.
Informasi dihimpun, bentrokan terjadi diduga berawal dari perselisihan persaingan bisnis garam cina hingga berujung penikaman dan menjadi bentrokan kelompok.
Pada saat bentrokan situasi di sekitar lokasi menjadi riuh, aksi lemparan batu dan saling serang pun tak terelakkan. Perangkat Desa juga ketakutan tak berani terlibat dalam pertikaian itu.
Meski terjadi bentrokan dan suasana dilokasi ricuh tawuran tapi warga setempat seperti terbiasa dengan situasi pertikaian dan menjadikannya tontonan.
“, sudah biasa disini bang tawuran kayak gitu, katanya bentrok berawal gara gara garam cina,” Ucap warga yang tak ingin disebutkan namanya.
Terkait hal ini, Aswin Kepala Dusun setempat saat dikonfirmasi terkait tawuran yang terjadi di dusunnya tampak enggan memberikan informasi yang menjadi penyebab tawuran. Ia mengaku tidak mengetahui duduk persoalan hingga terjadi bentrokan warganya itu.
” Saya pas kejadian tidak di situ, saat sampai disitu sudah ribut tapi belum tau apa yang menjadi permasalah, sampai sekarang ini belum ada warga yang meminta mediasi persoalan itu, ” Kata Aswin.
Sementara ketika ditanya apakah benar kelompok orang yang bentrok disebabkan persoalan garam cina, kepala Dusun enggan menanggapi.
” Kalau masalah akibat garam cina, saya tidak tau juga dan tak ingin terlibat persoalan itu, ” Jelas Kepala Dusun.
Terpisah, Rahmat Kepala Desa Sekip saat dikonfirmasi terkait peristiwa tawuran yang terjadi di Dusun Ampera mengatakan dari peristiwa itu satu orang dikabarkan mengalami luka dan pihak korban membuat pengaduan ke Polresta Deli Serdang.
” Kalau persoalan hingga berujung tawuran saya tidak tau, tapi untuk korban luka katanya satu orang pihak keluarga nya juga katanya melaporkan ke Polres, untuk mediasi sampai saat ini belum ada, bentrok itu mereda setelah polisi datang menghentikan bentrokan, ” Pungkas Kepala Desa. ( Wan)
EDITOR : Putra











