POSMETRO MEDAN – Seorang pencari ikan berinisial US (33), hilang di perairan Danau Toba depan Pesangrahan, Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Simpang Bolon, Simalungun, Senin (5/10/2026).
US diduga mengalami kecelakaan saat kembali ke tengah danau untuk memasang doton atau jerat ikan. Hingga Senin sore, korban bersama solu yang digunakannya belum ditemukan.
Kanit Polairud Markas Danau Toba, Ipda Ronald Purba, mengatakan kejadian itu dilaporkan Jitro Gultom (45) warga Kelurahan Parsaoran Ajibata, sekitar pukul 09.30 WIB.
Menurut Ronald, sebelum kejadian Jitro dan US berangkat bersama ke perairan Danau Toba sekitar pukul 06.00 WIB. Keduanya menggunakan solu berbahan fiber untuk menarik doton.
Setelah doton ditarik, ikan yang diperoleh dibawa ke tepi pantai. Jitro kemudian pergi ke pasar, sedangkan US kembali ke tengah danau seorang diri menggunakan solu untuk memasang doton.
Sekitar pukul 07.00 WIB, Jitro kembali dari pasar. Namun, US sudah tidak terlihat di lokasi. Solu yang digunakan korban juga tidak tampak di permukaan danau.
Jitro kemudian mencari US di sekitar perairan. Dalam pencarian awal, ia menemukan sebuah dayung kayu dan sandal yang diduga milik korban. Sementara solu tidak ditemukan.
“Diduga korban mengalami kecelakaan saat memasang doton. Saat itu korban membawa batu yang digunakan sebagai pemberat atau pengikat jangkar,” kata Ronald, Senin sore.
Setelah menerima laporan, personel Polairud Markas Danau Toba bersama Basarnas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Tim gabungan menggunakan kapal RIB 05 dengan menyisir perairan di sekitar titik terakhir US diketahui berada.
Pencarian juga dipusatkan di sekitar koordinat 02.40.031 LU dan 98.55.546 BT setelah Polairud berkoordinasi dengan Basarnas.
Tim gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. “Personel bersama Basarnas masih melakukan pencarian terhadap korban di sekitar lokasi,” ujar Ronald.(bbs)











