Buntut Kematian Warga Bulu Cina, Pos Jaga Kebun Tandem Dibakar

oleh
oleh
Pos jaga Kebun Tandem dirusak pasca kabar tewasnya seorang warga Bulu Cina, beberapa jam setelah diamankan security kebun.

POSMETRO MEDAN – Situasi di kawasan perkebunan Kebun Tandem, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, memanas setelah seorang warga Desa Bulu Cina dilaporkan tewas usai diamankan oleh petugas keamanan kebun. Beberapa jam setelah kabar kematian tersebut beredar, pos jaga perkebunan dibakar oleh orang tak dikenal dan sejumlah tandan buah segar (TBS) sawit dilaporkan dijarah.

Korban diketahui bernama Indra Utama (43), warga Kampung Keranian Lama, Desa Bulu Cina. Ia disebut-sebut merupakan mantan anggota TNI dengan pangkat terakhir Kopral Dua.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, ketika tim pengamanan PTPN IV Regional II KSO Kebun Tandem Afdeling III melakukan pengintaian terkait dugaan pencurian buah sawit di Blok 228 areal perkebunan.

Petugas kemudian mengikuti terduga pelaku hingga ke wilayah Desa Bulu Cina yang diduga menjadi lokasi penampungan hasil panen sawit ilegal. Setibanya di lokasi yang dicurigai, tim pengamanan melakukan penangkapan terhadap Indra.

BACA JUGA..  Modus Minta Rp4 Ribu Berujung Penangkapan

Menurut keterangan internal keamanan kebun, saat proses penangkapan berlangsung, Indra diduga melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam jenis parang. Petugas kemudian melakukan tindakan pengamanan sebelum membawanya ke Pos I Afdeling VI untuk dilaporkan kepada Koordinator Keamanan (Korkam).

Namun, setibanya di pos pengamanan, Indra diketahui sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Atas arahan koordinator keamanan, ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Asia Medika, Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak.

Setelah mendapat penanganan medis, pihak rumah sakit menyatakan bahwa Indra telah meninggal dunia.

Sekitar pukul 22.30 WIB, manajemen kebun melakukan koordinasi internal dan memutuskan agar jenazah diserahkan kepada keluarga melalui pemerintah desa.

Pihak keamanan dan manajemen juga berkoordinasi dengan Kepala Desa Bulu Cina sekitar pukul 01.00 WIB untuk meredam situasi yang mulai memanas di tengah masyarakat.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 02.40 WIB, keluarga korban bersama sejumlah warga mendatangi rumah sakit untuk meminta penjelasan terkait kematian Indra. Mediasi awal sempat dilakukan dan disepakati bahwa penyelesaian persoalan akan ditempuh secara kekeluargaan di Kantor Desa Bulu Cina.

BACA JUGA..  Lapak Sabu Digrebek, Empat Orang Diangkut

Meski demikian, ketegangan sempat terjadi di luar rumah sakit. Sejumlah warga berusaha mendatangi petugas keamanan kebun, namun situasi berhasil diredam.

Situasi kembali memanas beberapa saat kemudian. Sekitar pukul 01.38 WIB, tim pengamanan Afdeling IV yang sedang berpatroli di Blok F3 dilaporkan mendapat perlawanan dari sekelompok warga. Dalam insiden itu, satu unit sepeda motor milik petugas keamanan dilaporkan dirampas.

Puncaknya terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, ketika pos jaga Afdeling VI dibakar oleh sekelompok orang tak dikenal. Akibat kejadian tersebut, sebagian bangunan pos mengalami kerusakan.

Selain pembakaran pos jaga, pihak manajemen juga melaporkan adanya dugaan penjarahan buah sawit di sejumlah titik perkebunan.

Dalam patroli lanjutan yang dilakukan pada hari yang sama, petugas menemukan sekitar 70 tandan TBS yang diduga dipanen secara ilegal di Blok 97. Sementara di Blok 228, ditemukan sekitar 50 tandan TBS hasil panen liar, dengan 27 tandan berhasil diamankan petugas.

BACA JUGA..  Pembunuhan di Areal Kebun PT Socfindo, Lengan dan Kepala Korban Dibacok

Berdasarkan catatan internal keamanan kebun, Indra sebelumnya juga pernah diamankan dalam kasus serupa pada 22 Januari 2025 dan diserahkan ke Polsek Hamparan Perak terkait dugaan pencurian tandan buah segar (TBS).

Jenazah Indra kemudian dibawa keluarga ke rumah duka di Kampung Keranian Lama sekitar pukul 03.20 WIB untuk dimakamkan.

Pasca insiden tersebut, manajemen Kebun Tandem meningkatkan intensitas patroli di sejumlah blok yang dianggap rawan.

Pihak manajemen juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas ilegal di areal perkebunan karena berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum serta mengganggu ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut.

Hingga kini, situasi di sekitar perkebunan masih dalam pemantauan aparat keamanan guna mengantisipasi potensi konflik lanjutan antara warga dan pihak pengamanan kebun.(*)

REPORTER: Gunawan

EDITOR: Putra