POSMETRO MEDAN – Bulan Ramadan selalu membawa perubahan pada ritme aktivitas masyarakat, termasuk di jalan raya. Meski mobilitas tetap berjalan seperti biasa, suasana lalu lintas kerap mengalami peningkatan intensitas menjelang waktu berbuka puasa.
Pada momen inilah kewaspadaan dan kedisiplinan berkendara menjadi sangat penting, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang menempuh perjalanan cukup jauh.
Menjelang azan magrib, volume kendaraan biasanya meningkat. Banyak pengendara berupaya segera tiba di rumah atau mencari tempat untuk membatalkan puasa.
Kondisi ini kerap memicu manuver mendadak di jalan, seperti perpindahan lajur secara tiba-tiba atau pengereman mendadak karena ingin menepi.
Situasi tersebut tentu meningkatkan potensi risiko kecelakaan, terutama di ruas jalan yang padat.
Karena itu, sikap #cari_aman dengan menjaga jarak aman, mengontrol kecepatan, dan tetap fokus menjadi kunci untuk meminimalkan potensi bahaya di jalan.
Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda wilayah Sumatera Utara, Sofiyan Hazri, mengingatkan bahwa berkendara menjelang berbuka puasa membutuhkan konsentrasi ekstra.
Perubahan kondisi fisik selama berpuasa, seperti rasa lelah atau penurunan fokus, dapat memengaruhi respons tubuh pengendara.
“Menjelang berbuka puasa biasanya ada pengendara yang secara spontan berpindah lajur atau menepi untuk membatalkan puasa,”ujar Sofiyan.
“Karena itu penting untuk tetap menjaga jarak aman dan tidak terpancing ikut terburu-buru. Prinsipnya tetap #cari_aman, utamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain,” sambungnya.
Ia juga menyarankan agar pengendara merencanakan waktu perjalanan dengan baik.
Jika masih berada di jalan menjelang waktu berbuka, sebaiknya berhenti sekitar lima hingga sepuluh menit sebelum azan di lokasi yang aman dan nyaman.
Menurutnya, menepi secara tiba-tiba di bahu jalan tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas berpotensi menimbulkan bahaya, terutama di jalur dengan arus kendaraan yang padat.
“Pengendara tidak perlu memaksakan diri terus berjalan sampai detik terakhir menjelang azan. Lebih baik berhenti lebih awal di tempat yang aman seperti area parkir atau rest area, sehingga dapat membatalkan puasa dengan lebih tenang,” tambahnya.
Selain itu, membawa bekal makanan dan minuman ringan sejak berangkat juga menjadi langkah antisipatif yang bijak. Dengan persiapan tersebut, pengendara tidak perlu tergesa-gesa mencari tempat makan atau berhenti mendadak ketika waktu berbuka hampir tiba.
Ramadan sejatinya menjadi momentum untuk melatih kesabaran, termasuk saat berada di jalan raya.
Dengan menjaga jarak, mengontrol kecepatan, dan tetap fokus hingga tiba di tujuan, perjalanan dapat dilalui dengan aman dan nyaman.
Kesadaran untuk terus mengutamakan keselamatan melalui prinsip #cari_aman diharapkan mampu menciptakan suasana lalu lintas yang lebih tertib dan saling menghargai, terutama di waktu-waktu krusial menjelang berbuka puasa.(*)
EDITOR: Putra












