POSMETRO MEDAN – Kematian tragis Indra Utama (45), warga Dusun 14 Krani Lama, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, menyisakan tanda tanya besar.
Pria tersebut diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh sekelompok orang sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa mencekam ini terjadi pada Senin malam (2/3/2026) di kawasan Dusun 18, Desa Bulu Cina.
Dugaan penyiksaan menguat setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari kronologi kejadian hingga kondisi fisik korban.
Kematian Indra pertama kali dilaporkan oleh sepupunya, Irwansyah (35), ke Mapolsek Hamparan Perak pada Selasa dini hari (3/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Ia datang menggunakan ambulans desa, setelah sebelumnya korban dinyatakan meninggal di Klinik Asia Medika, Pasar 7 Tandam sekitar pukul 01.00 WIB.
Namun, kecurigaan muncul saat petugas melihat kondisi jenazah. Tanda-tanda kekerasan terlihat jelas di tubuh korban.
Polisi pun langsung bergerak cepat dan meminta pihak keluarga membuat laporan resmi.
Berdasarkan penyelidikan awal, insiden bermula saat Indra berada di lokasi penjualan sawit milik Sulaiman alias Leman.
Di tempat itu, korban didatangi oleh sekelompok orang yang diduga merupakan petugas keamanan (security) PTPN IV.
Tanpa banyak bicara, korban disebut langsung menjadi sasaran pengeroyokan. Beberapa orang memukuli Indra hingga tak berdaya.
Dalam kondisi lemas, korban kemudian dibawa oleh para security, disaksikan sejumlah warga di lokasi.
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan barang bukti berupa satu buah topi hitam yang diduga terkait dengan aksi kekerasan tersebut.
Fakta yang lebih mengkhawatirkan terungkap dari rekaman CCTV dan keterangan pihak Klinik Asia Medika.
Korban ternyata sempat dibawa ke klinik pada pukul 20.45 WIB dalam kondisi sudah lemah.
Namun, alih-alih mendapatkan penanganan medis, korban justru dibawa pergi oleh para security tanpa dilakukan pemeriksaan.
Sekitar 30 menit kemudian, korban kembali dibawa ke klinik yang sama. Kali ini, nyawanya sudah tidak tertolong.
Informasi meninggalnya korban diterima Kepala Desa Bulu Cina sekitar pukul 24.00 WIB melalui Pa.PAM PTPN IV, Mayor (Purn) Bosten Lumban Raja.
Kepala desa kemudian segera menghubungi pihak keluarga dan menuju lokasi.
Polisi kini telah mengamankan dua orang saksi dan sejumlah barang bukti.
Penyelidikan terus dikembangkan, termasuk mendalami peran pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif.
“Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian,” ujarnya.
Selain itu, polisi juga akan mengamankan rekaman CCTV serta memeriksa pihak terkait, termasuk dari PTPN IV Tandem Group.
“Kami akan melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pihak PTPN IV Tandem Group,” tegasnya.
Hingga kini, motif di balik dugaan penganiayaan tersebut masih menjadi misteri. Sementara keluarga korban berharap keadilan ditegakkan dan pelaku segera ditangkap.
Kasus ini kembali menyoroti dugaan praktik kekerasan di lapangan yang melibatkan oknum keamanan, sekaligus menjadi ujian bagi aparat penegak hukum untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Indra Utama.(*)
EDITOR: Hiras Budiman











