Nelayan Belawan Tewas Tenggelam Terlilit Kopling Mesin Perahu

oleh
oleh
Warga membantu proses evakuasi jasad Jainal dari bawah perahu, dalam kondisi terlilit kabel kopling perahunya

POSMETRO MEDAN – Nelayan bernama Jainal Abidin (37) tewas tenggelam bersama perahunya akibat terlilit kopling mesin perahu, Rabu (29/4/2026).

Musibah ini terjadi di Dermaga 103 Pelindo Ujung Baru, Belawan. Jasadnya ditemukan sekitar pukul 06.50 WIB.

Berdasarkan dari keterangan pihak keluarga bernama Junaidi (42), penyebab utama kematiannya adalah luka parah di kepala.

Dimana, menurut Junaidi, kepala korban dalam kondisi bolong, matanya biru mau keluar, dan tempurung kepala sudah tampak pecah.

Dijelaskan, tangan kanan Jainal ditemukan dalam kondisi terlilit dan tersangkut di bagian kopling mesin tempel perahu saat dievakuasi.

“Diangkat, mayatnya masih nyangkut di mesin. Luka di tangan, baju terkena ke kopling mesin,” kata Junaidi saat melihat kondisi jasad korban.

Junaidi mengungkap kematian korban merupakan murni kecelakaan kerja. Sebelum kejadian, Jainal diduga sedang membetulkan mesin dari arah posisi depan.

BACA JUGA..  Pemotor Tewas Dilindas Truk Gagal Menanjak

“Kalau dari depan mesin. Dia enggak punya pengaman, hanya pengaman seadanya. Sudah sering dia betulin kayak gitu, tapi kali ini dari depan,” jelasnya.

Keluarga meyakini, saat Jainal membetulkan mesin, tangan kanannya terlilit kopling mesin yang sedang berputar. Akibatnya, korban kehilangan kendali, pingsan, dan jatuh ke laut.

“Kena kopling. Jadi baju yang dia gunakan terlilit sehingga dia enggak bisa untuk melepas, ditambah lagi saat itu dia sendiri nelayan,” tambahnya.

Setelah korban tak sadarkan diri, perahu kecil itu terbawa arus hingga menghantam dermaga dan terkena buangan air dari kapal besar MV Segara Bali yang sedang sandar.

“Kena air buangan kapal itu. Disiramnya dari atas kena ke kapalnya sehingga tenggelam,” katanya.

BACA JUGA..  Tragis! Balita Tewas Dikeroyok 3 Anjing

Meski demikian, keluarga mengaku tidak menyalahkan pihak kapal. Mereka memahami situasi pelabuhan yang padat.

“Kami pun enggak bisa salahin kapal. Ya, kecelakaan kerja juga. Enggak bisa kami salahkan orang lain,” ujarnya.

Hingga kini, jenazah Jainal Abidin dibawa ke Stabat untuk dikebumikan di tempat pemakaman umum.

Kecelakaan yang dialami Jainal diketahui pada Selasa (28/4/2026), setelah perahunya terhimpit di antara kapal MV Segara Bali dan dermaga.

Perahu kecil milik korban tenggelam dalam hitungan detik, begitu juga dengan Jainal Abidin yang berada di atas perahu.

Di lokasi kejadian, hanya tersisa potongan sampan dan beberapa hasil tangkapan korban.

Pasca kejadian, Tim TNI Angkatan Laut melalui Posal Medan Labuhan langsung bergerak cepat. Personel Babinpotmar dikerahkan untuk melakukan pencarian bersama Basarnas dan unsur terkait.

BACA JUGA..  Pria 36 Tahun Tewas Mendadak di Pinggir Jalan

Upaya evakuasi sempat terkendala padatnya aktivitas pelabuhan, namun koordinasi antarinstansi terus berjalan.

Kepala Dinas Penerangan Kodaeral I, Kolonel Laut Wahyu Kurniawan, Rabu (29/4/2026) menyebut pihak keluarga korban bertahan di dermaga hingga malam.

Mereka menunggu dan menyisir perairan secara mandiri dengan cara sederhana. Puncaknya, Rabu (29/4/2026) pukul 06.50 WIB, jenazah Jainal Abidin ditemukan di bawah badan kapal MV Segara Bali, tidak jauh dari lokasi awal tenggelam.

Tim gabungan langsung mengevakuasi tubuh korban. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga dan dibawa melalui jalur laut menuju rumah duka di kawasan Belawan.

“Sepanjang proses pencarian hingga pemulangan korban, TNI AL terus mendampingi keluarga,” ujarnya.(tbn)