Dua Rumah Hangus dalam Hitungan Menit

oleh
Dua unit rumah warga yang terbakar. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Lingkungan IV, Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Dalam hitungan menit, si jago merah melahap dua unit rumah hingga rata dengan tanah.

Dua rumah yang hangus terbakar masing-masing milik Menerima Harefa (49), seorang nelayan, serta rumah milik Arika Tambunan yang saat kejadian disewa dan ditempati Hambali Sitompul (16), seorang pelajar.

BACA JUGA..  Fraksi Golkar Solidaritas Tolak Silpa Bebas Ranperda Pertanggungjawaban APBD Bupati TA 2025 Karena Bernarasikan "Sisa" Tanpa Diuji

Kapolsek Pandan, Iptu Zul Efendi, mengatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Kami menerima informasi kebakaran sekitar pukul 17.30 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan dua unit rumah di Lingkungan IV Kelurahan Sarudik,” ujar Iptu Zul Efendi, Sabtu malam.

Kobaran api yang membesar sempat membuat warga panik. Berkat kerja sama petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum merambat ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi.

BACA JUGA..  Tiga Rumah Terbakar, 1 Orang Luka Bakar Serius

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan cukup besar. Hingga kini, nilai kerugian masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Usai api berhasil dipadamkan, personel Polsek Pandan bersama Tim Samapta dan Piket Fungsi Polres Tapanuli Tengah langsung mengamankan lokasi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

BACA JUGA..  Kuli Bangunan Tewas Tergantung

Polisi juga berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan Tim Inafis Polres Tapanuli Tengah untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Area lokasi kejadian telah dipasang garis polisi (police line) guna kepentingan penyelidikan.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Editor: Oki Budiman