POSMETRO MEDAN – Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), di Desa Simpang Empat, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, dugaan dikerjakan oleh kelompok tani P3A Kemang Jaya tidak sesuai standar teknis telihat lokasi pekerjaan bukan di persawahan tapi dijalan kebun warga.
Program P3-TGAI harus dibangun di wilayah yang memiliki jaringan irigasi lokasi ini diprioritaskan untuk lahan pertanian produktif yang membutuhkan perbaikan atau peningkatan saluran air agar hasil panen lebih maksimal,”sebut warga kepada posmetromedan Minggu (19/7).
Lokasi pekerjaan P3-TGAI harus diutamakan wilayah yang menjadi lumbung padi atau sentra produksi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Pemerintah bertujuan untuk meningkatkan fungsi jaringan irigasi setiap tahapan pekerjaan diharapkan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan oleh para petani.
Kurangnya pengawasan pada proyek P3-TGAI menyebabkan hasil lokasi pembangunan infrastruktur beroperasi secara tidak maksimal dan terkesan asal-asalan seperti di Desa Simpang Empat.
Berdasarkan laporan atau temuan investigasi Posmetromedan di lapangan lokasi pembangunan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang ditemukan di Desa Simpang Empat tidak berada di areal persawahan melainkan di lahan kebun warga diduga kuat merupakan sebuah kekeliruan, penyimpangan teknis, atau salah sasaran.
Hal ini menjadi sorotan dari warga Desa Simpang Empat pihak pengawas untuk segera melakukan kajian ulang dan segera turun ke lapangan untuk melihat lokasi yang di kerjakan apa sudah benar.(Zal)
EDITOR : Putra











