POSMETRO MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PKS, H. Kasman bin Marasakti Lubis, Lc., M.A, menegaskan pentingnya pendidikan agama sejak usia dini sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang unggul, berakhlak mulia serta memiliki adab terhadap orang tua dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah (Sosper) ke-VII Tahun Anggaran 2026 terkait Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 5 Tahun 2014 tentang Wajib Belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) yang dilaksanakan di sejumlah tempat diantaranya di Jalan Melati, Psr.5 No.17, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Jalan Sunggal, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal dan Jalan Bunga Pariama I, Kelurahan Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (19/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kasman menjelaskan bahwa lahirnya Perda Nomor 5 Tahun 2014 merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Medan bersama DPRD untuk memperkuat pendidikan keagamaan sebagai pelengkap pendidikan formal. Melalui MDTA, anak-anak diharapkan tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga dibekali nilai-nilai keislaman yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“MDTA sangat penting untuk kebaikan generasi mendatang. Kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari kecerdasan akademiknya, tetapi juga dari kualitas akhlak, adab, dan karakter generasi mudanya,” ujar Kasman.
Menurutnya, tantangan perkembangan zaman saat ini menuntut adanya perhatian yang lebih besar terhadap pendidikan karakter. Arus globalisasi dan perkembangan teknologi membawa banyak dampak positif, namun juga menghadirkan tantangan yang dapat memengaruhi perilaku anak-anak apabila tidak dibentengi dengan pendidikan agama yang kuat.
Kasman menekankan bahwa pembelajaran di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah, membiasakan anak menghormati kedua orang tua, menghargai guru, menjaga sopan santun, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Akhlak, budi pekerti, dan adab merupakan bekal utama bagi anak-anak kita. Pendidikan agama mengajarkan bagaimana menghormati orang tua, menghargai sesama, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh orang tua untuk tidak hanya mengandalkan pendidikan di sekolah formal, tetapi turut memastikan anak-anak mengikuti pendidikan keagamaan melalui MDTA. Menurutnya, sinergi antara keluarga, sekolah, dan lembaga pendidikan agama menjadi kunci dalam mencetak generasi yang berkualitas.
“Pendidikan agama merupakan investasi jangka panjang. Anak-anak yang tumbuh dengan ilmu agama yang baik akan menjadi generasi yang unggul, saleh dan salehah, memiliki integritas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.
Kasman berharap keberadaan Perda Nomor 5 Tahun 2014 dapat terus disosialisasikan kepada masyarakat agar semakin banyak orang tua memahami pentingnya pendidikan diniyah bagi putra-putri mereka. Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh keberhasilan membangun sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (*)
Editor: Ali Amrizal












