POSMETRO MEDAN – Keberanian Rudi Purnomo, Kepala Lingkungan (Kepling) XI Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, nyaris berujung petaka.
Saat berusaha menggagalkan dugaan pencurian di sebuah rumah kosong, ia justru menjadi sasaran amukan dua terduga pelaku hingga mengalami luka akibat dihantam martil dan batu.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/7/2026) di Lingkungan IX, Kelurahan Karang Berombak. Rudi mengaku bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga mengenai adanya dua orang yang diduga sedang mengangkut barang dari rumah kosong.
Sesampainya di lokasi, Rudi mendapati kedua pria tersebut sedang membawa sebuah lemari keluar dari rumah. Ia kemudian mengejar dan meminta keduanya berhenti untuk dimintai keterangan.
“Saya hanya ingin menanyakan dan mengajak mereka ke kantor lurah untuk diberikan pembinaan. Tidak ada niat memukul atau main hakim sendiri,” ujar Rudi saat ditemui wartawan di Kantor Lurah Karang Berombak, Senin (20/7/2026).
Namun, ajakan itu diabaikan. Kedua pria tersebut meninggalkan lemari yang dibawanya lalu melarikan diri. Rudi terus mengejar sambil berteriak “maling” dan meminta bantuan warga sekitar.
Pengejaran berakhir di Gang Kartini. Di lokasi itulah situasi berubah menjadi aksi kekerasan. Salah seorang pelaku disebut melempar batu, sementara pelaku lainnya menyerang menggunakan martil.
Dalam pergumulan itu, Rudi mengaku terkena pukulan martil di bagian perut dan hantaman batu di bahu saat berusaha melindungi kepalanya dari serangan.
“Waktu saya memiting satu pelaku, yang satunya mengambil batu dan menyerang saya. Saya terpaksa melepaskan pitingan untuk melindungi kepala, tetapi bahu saya tetap terkena pukulan,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, Rudi mengalami luka dan telah menjalani visum. Ia juga resmi melaporkan kasus itu ke Polsek Medan Barat agar kedua pelaku segera ditangkap.
Rudi berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap identitas serta menangkap para pelaku agar tidak kembali meresahkan warga.
Ia juga menyoroti minimnya bantuan warga saat kejadian berlangsung. Menurutnya, meski dirinya telah berteriak meminta pertolongan dan memperkenalkan diri sebagai kepling, tidak ada warga yang berani membantu. Setelah ditelusuri, kedua terduga pelaku ternyata diketahui merupakan warga sekitar.
Kasus tersebut kini dalam penanganan pihak kepolisian.
Editor: Oki Budiman












