Avanza Ringsek Berat Disambar KA, Pengemudi dan Pemotor Luka

oleh
Kendaraan yang ditabrak Kereta Api. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Detik-detik mencekam terjadi di perlintasan kereta api Jalan Ikan Hiu, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Kamis (3/9/2026) siang. Sebuah Toyota New Avanza Veloz BK 1554 IS ringsek berat setelah disambar Kereta Api (KA) Lilawangsa KAU 80 yang melaju dari arah Medan menuju Kota Binjai.

Benturan keras itu membuat mobil berwarna silver yang dikemudikan Michael Prabowo Taslim (29) terpental ke sisi kiri jalur kereta. Mobil kemudian menghantam tembok pembatas antara jalan dan rel.

Tak berhenti sampai di situ. Mobil yang terpental juga menghantam sepeda motor Honda Beat BK 5711 AEV warna hitam yang dikendarai Wujud Ngadiyono (46), warga Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur.

Akibatnya, dua kendaraan mengalami kerusakan. Avanza mengalami kerusakan berat, sedangkan sepeda motor mengalami kerusakan ringan.

BACA JUGA..  Nyaris 1 Kg Sabu & 6 Ekstasi Disita, Dua Pria Diamankan

Kapolsek Binjai Timur, AKP Gusli Effendi, mengatakan kecelakaan bermula ketika mobil yang dikemudikan Michael hendak melintasi perlintasan kereta api.

Namun, pada waktu bersamaan, KA Lilawangsa KAU 80 yang membawa penumpang melintas dari arah Medan menuju Binjai.

Tabrakan tak terhindarkan.

Kereta api langsung menyambar mobil hingga terpental dari jalur perlintasan dan menghantam tembok pembatas. Mobil yang kehilangan kendali kemudian mengenai pengendara sepeda motor yang berada di sekitar lokasi.

“Saat insiden, mobil mengalami kerusakan berat dan sepeda motor hanya rusak ringan,” kata AKP Gusli Effendi.

Beruntung, kecelakaan maut tersebut tidak menelan korban jiwa. Michael mengalami luka lecet pada bagian telinga dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

BACA JUGA..  Pelantikan Wakil Ketua DPRD Medan, Sri Rezeki Resmi Gantikan Rajudin Sagala

Sementara Wujud Ngadiyono mengalami luka lecet pada bagian kening, pipi sebelah kiri serta jari tangan sebelah kiri.

“Tidak ada korban jiwa, hanya korban luka dan sudah mendapatkan perawatan medis,” ujarnya.

Petugas Dishub Tak Berada di Lokasi

Di balik kecelakaan tersebut, muncul sorotan lain. Saat peristiwa terjadi, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Binjai yang biasa berjaga di pos perlintasan ternyata tidak berada di lokasi.

Kanit Reskrim Polsek Binjai Timur, Iptu Alex, membenarkan hal tersebut.

“Iya, benar. Berdasarkan keterangan di lokasi, petugas dari Dishub Binjai yang biasa berjaga di pos perlintasan sedang tidak berada di lokasi kejadian ketika kecelakaan terjadi. Katanya, petugas yang bersangkutan sedang pergi keluar sebentar,” ungkap Iptu Alex, Kamis (3/9/2026) siang.

BACA JUGA..  Pemkab dan DPRD Kabupaten Toba Tandatangani Persetujuan Ranperda P.APBD 2026

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penyelidikan, mengingat perlintasan kereta api merupakan titik rawan yang membutuhkan pengawasan demi keselamatan pengguna jalan.

Pasca kecelakaan, personel Polsek Binjai Timur langsung mengamankan lokasi, mendata para saksi, membantu proses evakuasi serta melakukan pengamanan jalur.

Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan kemudian dievakuasi menggunakan mobil derek milik Dishub Kota Binjai. Selanjutnya, mobil dan sepeda motor tersebut dibawa ke Unit Laka Satlantas Polres Binjai untuk kepentingan pemeriksaan.

Iptu Alex menegaskan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan secara utuh kronologi dan faktor yang menyebabkan kecelakaan tersebut.

“Ini masih dilakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi serta faktor yang menyebabkan kecelakaan di perlintasan kereta api di wilayah tersebut,” pungkasnya.

Editor: Oki Budiman