POSMETRO MEDAN – Empat unit rumah warga di Dusun Sipinggan, Nagori Tigabolon, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, ludes dilahap si jago merah, Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 11.45 WIB.
Di tengah kobaran api yang terus membesar, warga berjuang memadamkan api dengan peralatan seadanya lantaran mobil pemadam kebakaran belum juga tiba di lokasi.
Tangis histeris para pemilik rumah pecah ketika tempat tinggal mereka perlahan roboh dan berubah menjadi puing-puing akibat amukan api.
Salah seorang warga, Marga Sialagan, mengatakan hingga kini penyebab kebakaran belum diketahui. Api tiba-tiba membesar dan menjalar ke rumah-rumah yang berdekatan sehingga sulit dikendalikan warga.
“Sumber api kami kurang tahu dari mana, tapi saat ini empat rumah masih terus terbakar,” ujarnya.
Menurut Sialagan, warga hanya bisa berupaya memadamkan api menggunakan ember dan peralatan seadanya karena bantuan pemadam kebakaran belum juga datang.
“Pemadam kebakaran belum ada yang datang. Jadi warga di sini terpaksa memadamkan api dengan alat seadanya,” katanya.
Ia mengaku kecewa dengan lambannya respons pemadam kebakaran yang dinilai kerap terjadi setiap kali insiden kebakaran melanda wilayah tersebut.
“Seharusnya Pemkab Simalungun punya solusi konkret untuk kejadian-kejadian darurat seperti ini. Damkar selalu lambat datang, ujung-ujungnya rumah warga sudah hangus terbakar baru datang,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Pemerintah Kabupaten Simalungun terkait penyebab kebakaran, jumlah kerugian material, maupun ada tidaknya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap sistem penanganan kebakaran agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban dan harta benda.
Editor: Oki Budiman












