POSMETRO MEDAN – Pekerjaan Cekdam Aek Bolon tepatnya di desa Parsambilan Kecamatan Silaen masih belum selesai dikerjakan. Sementara batas waktu pengerjaan menurut pekerja hanya sampai tanggal 31 Desember 2025. Menurutnya, ada keterlambatan pekerjaan disaat musim kemarau.
“Pekerja kami lambat melakukan pekerjaannya padahal alat berat dan alat pendukung sudah lengkap. Ditambah lagi air sungai besar saat hujan deras yang menguras tanah penahan tembok hingga menambah pekerjaan lagi. Tanah habis terbawa arus deras ,” terang pak Sitanggang.
Pekerja tidak memikirkan bahwa musim hujan sudah dekat yang ternyata menyadarkan mereka bahwa pekerjaan sudah mendesak.
Pekerjaan Cekdam dengan menggunakan mobil molen kapasitas enam meter kubik membuat warga curiga. Warga bertanya kenapa tidak membeli dari perusahaan industri beton. Di kabupaten Toba tersedia tiga unit industri beton (batching plan) namun mereka tidak membeli dari perusahaan tersebut karena menurutnya, harganya mahal.
“Harga nggak terjangkau pak, makanya kami buat sendiri. LC saja sudah 1.200.000 per meter kubik. Sempat sih kami berdebat dengan konsultan. Tapi kami bertanggung jawab dalam mutu yang sudah ditetapkan,” lanjut Pak Sitanggang.
Semen zak, baru split 2/3 serta pasir diangkat menggunakan excavator. Wajar warga curiga karena tidak menggunakan timbangan seperti perusahaan ready mix seperti biasa.
Mutu beton untuk pekerjaan Cekdam antara lain K175, 250 dan 300. Warga meminta agar pekerjaan sesuai mutu dan tidak gampang rusak.
Di Lapangan, campuran adukan semen dilakukan manual dengan alat berat dan sesuai takaran menurut Sitanggang.
“Kami menggunakan JMD sendiri dan kami bisa mempertanggungjawabkan mutu kami dan kami selalu bawa ke Lab USU,” terang Wito bagian Lab uji mutu beton.
Cekdam ini diperuntukkan untuk bisa mengairi sawah dan menahan tanah agar tidak terbawa arus air sungai. Masyarakat diharapkan bisa terbantu dengan adanya cekdam tersebut.Dm
EDITOR : Putra












