POSMETRO MEDAN – Misteri hilangnya korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali mencuat.
Warga Lingkungan III, Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas (Mr. X) yang telah membusuk dan sebagian tubuhnya tinggal kerangka, Minggu (26/7/2026).
Penemuan mengerikan itu terjadi di kawasan rawa-rawa bekas terjangan banjir dan longsor yang melanda Tapteng pada 25 November 2025.
Kondisi jasad yang sudah tertutup lumpur dan tanah memunculkan dugaan kuat bahwa korban merupakan salah satu warga yang hilang saat bencana dahsyat tersebut.
Warga setempat, Raja David Sinaga, berharap keluarga korban banjir yang hingga kini masih kehilangan anggota keluarganya segera mengecek informasi tersebut.
“Ada penemuan mayat di Borotan, Bonalumban. Mungkin keluarga korban banjir Hutanabolon yang belum menemukan anggota keluarganya bisa segera melakukan pengecekan,” ujarnya.
Mendapat laporan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng bersama aparat kepolisian dan unsur pemerintah setempat langsung turun ke lokasi. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapteng, Erianto Tambunan, mengatakan kondisi jasad sudah tidak utuh dan mengeluarkan bau menyengat.
“Mayat selanjutnya kami serahkan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” katanya.
Kapolsek Pandan, Iptu Zul Efendi, menjelaskan jasad pertama kali ditemukan oleh Arben Sipahutar (43), warga setempat, saat berkeliling di kawasan bekas bencana sekitar 100 meter dari permukiman penduduk.
“Saksi menemukan mayat dalam posisi telungkup, tertutup tanah dan lumpur, kemudian melaporkannya kepada kepala lingkungan yang diteruskan ke pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan BPBD,” jelasnya.
Personel Polsek Pandan bersama Tim Inafis Polres Tapteng kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, jasad ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang yang terdiri atas tengkorak kepala, tulang lengan kiri, tulang paha kanan dan kiri, tulang punggung, serta tulang pinggul.
Sekitar pukul 20.00 WIB, tim gabungan mengevakuasi jasad menggunakan kantong jenazah ke RSUD Pandan untuk menjalani visum et repertum dan identifikasi oleh tim dokter forensik.
Polisi kini mengimbau masyarakat, khususnya keluarga korban yang hilang saat bencana banjir dan longsor 25 November 2025, agar segera mendatangi atau menghubungi Polres Tapteng maupun Polsek Pandan guna mencocokkan data identitas.
Penemuan ini membuka kembali luka lama bencana yang merenggut banyak korban dan menyisakan sejumlah orang yang hingga kini belum ditemukan. Proses identifikasi diharapkan dapat memberikan kepastian bagi keluarga yang selama berbulan-bulan masih menanti kabar orang yang mereka cintai.
Editor: Oki Budiman












