POSMETRO MEDAN – Jasad remaja ditemukan terapung di tepi Pantai Danau Toba, Jalan Pemandian, Kelurahan Sangkar Nihuta, Kecamatan Balige, Toba.
Korban diketahui sempat tidak pulang selama satu malam, sebelum ditemukan meninggal dunia.
Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan mengatakan, korban ditemukan pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di depan Cafe Resto Tepi Danau Bistro.
“Telah ditemukan mayat seorang laki-laki bernama Levran Monang Sitanggang yang mengapung di tepi Pantai Danau Toba,” kata Libertius, Senin (27/7/2026).
Korban diketahui bernama Levran Monang Sitanggang (18) warga Jalan C. Simanjuntak Onan Raja, Kelurahan Balige III, Kecamatan Balige, Toba.
Libertius menjelaskan, penemuan jasad korban bermula saat seorang warga hendak berenang di kawasan tersebut. Setibanya di lokasi, saksi melihat sesosok pria mengapung di dekat dermaga.
“Pada saat akan berenang, saksi melihat mayat korban mengapung di dekat dermaga, dengan posisi berdiri menghadap dermaga. Saat itu saksi belum mengenali identitas korban,” ujarnya.
“Melihat adanya penemuan tersebut, saksi menarik mayat korban ke tepi Pantai Danau Toba untuk dievakuasi,” ucap Libertius.
Personel Polsek Balige yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi kemudian menghubungi keluarga korban, sebelum akhirnya membawa jasad ke RSUD Porsea untuk menjalani pemeriksaan luar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di RSUD Porsea, korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam.
“Dari hasil pemeriksaan dokter, korban meninggal dunia karena sesak napas akibat tenggelam. Tidak ditemukan adanya bekas luka yang mencurigakan di sekujur tubuh korban,” jelasnya.
Dari hasil interogasi terhadap ibu korban, Osta Boru Manurung, diketahui korban meninggalkan rumah pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 04.45 WIB dengan alasan berolahraga pagi.
Korban diketahui memiliki kebiasaan berenang seorang diri di kawasan depan Cafe Resto Tepi Danau Bistro, Venue, dan Lumban Bulbul.
“Korban keluar dari rumah pada Sabtu sekitar pukul 04.45 WIB dengan alasan berolahraga pagi. Korban memang sering berenang seorang diri di kawasan Danau Toba,” ujarnya.
Menurut keterangan keluarga, korban rutin berenang seorang diri karena tidak memiliki teman.
Selain itu, korban juga telah menjalani konsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan di RSUD Porsea sejak 2022.
Jenazah korban kemudian dipulangkan ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dimakamkan di kampung halamannya.
Pihak kepolisian menyebut keluarga korban menerima hasil pemeriksaan tersebut dan menolak dilakukan autopsi.
“Keluarga korban menerima penyebab kematian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi,” kata Libertius.(bbs)












