Banjir Kiriman, 211 Rumah Terendam

oleh
Rumah warga yang terdampak banjir. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Banjir kiriman menerjang permukiman warga di Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Selasa (8/9/2026) subuh. Sedikitnya 211 rumah warga di empat dusun terendam, setelah empat sungai meluap dan mengalirkan debit air ke kawasan permukiman.

Air mulai meluap dari Sungai Gambus, Sungai Tanjung, Sungai Sipare-pare dan Sungai Sei Deras sejak Senin (7/9/2026) sore. Namun, luapan sungai mulai masuk ke rumah-rumah warga sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa dini hari.

Kondisi banjir semakin parah akibat pengalihan aliran Sungai Dalu Dalu ke Sungai Gambus. Pengalihan dilakukan karena bendung Sei Dalu Dalu sedang dalam proses perbaikan bendungan dan tanggul oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera Utara.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Batu Bara, Ilyas, membenarkan banjir mulai merendam permukiman warga sejak Selasa sekitar pukul 02.00 WIB. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter.

Begitu menerima laporan dari Kepala Desa Gambus Laut, Zaharuddin, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Batu Bara langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi.

BACA JUGA..  Hari Pelanggan Nasional, Honda Hadirkan Kejutan Spesial untuk Konsumen

“Banjir menyebabkan 211 rumah warga terendam air. Air banjir juga merendam ratusan hektare sawah dan perladangan warga di desa tersebut,” ujar Ilyas.

Mengantisipasi debit air yang masih berpotensi meningkat, BPBD bersama pemerintah desa mendirikan dua tenda pengungsian dan satu tenda kesehatan.

Hingga Selasa sore, banjir masih menggenangi permukiman. Sejumlah warga bahkan mulai meninggalkan rumah dan mengungsi ke tenda yang telah disiapkan pemerintah.

BACA JUGA..  Pensiunan Guru Tewas Tergilas Truck di Perbaungan

Tak hanya mengevakuasi warga, petugas juga menggunakan perahu karet dan perahu fiber untuk mengamankan serta memindahkan barang-barang milik warga dari rumah yang terdampak paling parah.

BPBD Batu Bara mengimbau masyarakat tetap waspada karena ketinggian air masih berpotensi bertambah. Warga diminta segera mengungsi apabila kondisi banjir semakin membahayakan.

“Warga yang sakit agar segera dibawa ke tenda kesehatan untuk mendapatkan pengobatan,” imbau Ilyas.

Editor: Oki Budiman