POSMETRO MEDAN – Jalur utama Pematangsiantar-Parapat lumpuh panjang. Sebuah truk pengangkut kayu gelondongan terbalik di kawasan Panatapan, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Simpang Bolon, Kabupaten Simalungun, Kamis (10/9/2026) dini hari.
Truk warna putih bernomor polisi BK 8372 GT itu terguling tepat di badan jalan. Muatan kayu gelondongan yang diangkutnya pun berserakan, membuat arus lalu lintas dari arah Pematangsiantar menuju Parapat maupun sebaliknya tersendat parah.
Kemacetan tak terhindarkan. Antrean kendaraan mengular di sekitar lokasi, mengingat Jalinsum tersebut merupakan akses utama menuju kawasan wisata Parapat dan Kabupaten Toba.
Seorang sopir travel, Jun Manik, mengaku harus terjebak kemacetan selama lebih dari tiga jam. Ia menyebut sudah tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB dan mendapati antrean kendaraan telah mengular.
“Sekitar jam 2 sudah di lokasi. Pas sampai di situ sudah macet. Sampai tiga jam juga terjebak, lama kali penanganannya,” ujar Jun, Kamis pagi.
Kemacetan panjang itu bukan hanya mengganggu perjalanan masyarakat. Sejumlah pelajar yang melintas juga ikut terdampak dan harus menghabiskan waktu lebih lama di perjalanan hingga berisiko terlambat tiba di sekolah.
Hingga Kamis pagi, arus lalu lintas di kawasan Panatapan masih belum sepenuhnya normal. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan saat mendekati lokasi kecelakaan.
Warga mendesak petugas segera mengevakuasi truk serta kayu gelondongan yang berserakan di badan jalan agar akses Pematangsiantar-Parapat kembali normal.
Di sisi lain, insiden tersebut juga memunculkan sorotan terhadap asal-usul kayu yang diangkut truk. Warga meminta aparat penegak hukum tidak hanya fokus pada proses evakuasi dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga memeriksa legalitas kayu gelondongan tersebut.
Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan kayu yang diangkut truk bernomor polisi BK 8372 GT tersebut memiliki dokumen dan asal-usul yang sah.
Editor: Oki Budiman











