Thalita Latief Berduka

oleh
oleh
Thalita Latief.

POSMETRO MEDAN – Kabar duka menyelimuti aktris Thalita Latief. Sang ayah tercinta, Riki Isman Latief, mengembuskan napas terakhir pada usia 67 tahun akibat komplikasi penyakit jantung.

Jenazah almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Kamis (10/9/226).

Thalita Latief menjelaskan kepergian sang ayah bukanlah peristiwa mendadak, melainkan puncak dari perjuangan panjang melawan sakit.

Sebelumnya, almarhum harus menjalani prosedur operasi bypass jantung. Tindakan bedah tersebut tergolong sebagai salah satu tindakan bedah paling sulit.

“Kita kan memang nganterin berobat. Memang kebetulan ayahku sudah lama sakit, cuman yang terakhir ini memang karena sudah komplikasi.

BACA JUGA..  Devy Anastasia Menikah

Sebenarnya sudah lama sakit jantung, cuman kali ini tuh harus bypass Bentall jantung.

Operasi yang cukup sulit kalau di masalah penyakit jantung, itu termasuk operasi bedah yang paling sulit,” kata Thalita Latief.

Thalita Latief menjelaskan, almarhum memilih sendiri lokasi untuk tindakan medis tersebut di Padang, Sumatera Barat.

Pihak keluarga sepenuhnya, mendukung keputusan mendiang yang menjalani perawatan selama sekitar dua bulan di sana.

“Tim dokternya ada di Padang, jadi dia pengin di situ. Ya kita sebagai keluarga kan mendukung apa yang dia mau.

BACA JUGA..  Brisia Jodie Hamil

Jadi sebenarnya ayahku sudah dua bulan di sana, cuman memang kondisinya menurun sudah dua minggu terakhir di ICU. Kondisinya naik turun sampai akhirnya ya turun, terus gak ada,” tutur Thalita Latief.

Selama penanganan intensif di ruang ICU, kondisi fisik almarhum terus menurun secara drastis.

Aktris berusia 37 tahun itu menyebut, kegagalan fungsi organ vital menjadi faktor berpulangnya sang ayah.

“Komplikasi jantung, sih. Jadi gagal napas, gagal jantung. Kalau ditanya meninggalnya kenapa, sudah komplikasi sampai akhirnya mengembuskan napasnya itu karena dia gagal napas, gagal jantung. Sebenarnya sudah komplikasi ke organ-organ yang lain,” terangnya.

BACA JUGA..  HABORNAS BERDUKA: Selamat Jalan Parasman Pasaribu, Pejuang Gigih Aspirasi dan Infrastruktur Bona Pasogit

Perjalanan medis yang dihadapi almarhum berlangsung sangat berat, terutama ketika memasuki fase pemulihan.

Thalita Latief membeberkan, komplikasi semakin parah akibat terjadinya pendarahan setelah tindakan operasi besar tersebut selesai dilakukan.

“Proses ini panjang ya, bukan hanya pas di ICU. Dari sebelum operasi besarnya, pasca operasinya sampai akhirnya drop, pendarahan, terus komplikasi. Jadi prosesnya panjang,” pungkasnya.

Setelah dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit di Padang, jenazah langsung diterbangkan menuju Jakarta.

Seluruh rangkaian proses pemulangan jenazah hingga pemakaman berjalan lancar dengan dihadiri keluarga inti dan kerabat dekat.(net)