POSMETRO MEDAN – Kinerja Polres Simalungun dipertanyakan, khususnya dalam pengungkapan kasus pembunuhan.
Salah satu protes datang dari keluarga Jonres Marindan Sinaga bersama Punguan Pomparan Toga Sinaga Boru (PPTSB) Kecamatan Tanah Jawa, dengan mendatangi Mapolres Simalungun, Senin (27/7/2026).
Mereka meminta polisi segera mengungkap kasus pembunuhan Jonres, yang hingga kini belum menemukan pelaku sejak April 2025 lalu.
Ketua PPTSB Kecamatan Tanah Jawa, Rimmer Sinaga, mengatakan keluarga sudah cukup lama menunggu hasil penyelidikan.
Menurutnya, para saksi telah beberapa kali dimintai keterangan, tetapi perkara tersebut belum juga menunjukkan perkembangan berarti.
“Jangan ada yang ditutupi terkait permasalahan ini. Biar semua terang benderang. Tolong Pak Kapolres, kasus ini jangan ditutup-tutupi. Semua saksi sudah diperiksa, bahkan sudah berulang kali bolak-balik ke Polres ini,” katanya.
Hal senada disampaikan ayah korban, Henri Sinaga. Ia mengaku belum mendapat jawaban yang diharapkan sejak anaknya ditemukan meninggal dunia.
“Kami sebagai orang tua sangat sedih dan heran. Sudah bertahun-tahun, tetapi pelaku pembunuhan anak kami belum juga ditangkap,” ujarnya.
Henri berharap penyidik segera mengungkap pelaku, agar keluarga memperoleh kepastian.
“Kami hanya meminta keadilan. Kami ingin tahu siapa pelakunya dan berharap pelaku segera ditangkap,” katanya.
Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, menemui massa. Ia memastikan penyelidikan masih terus berjalan.
“Kasus ini tetap kami jalankan, tetap kami kerjakan. Jadi, tolong kepada masyarakat untuk bersabar. Tidak mungkin kami biarkan,” ujarnya.
Jonres Marindan Sinaga ditemukan meninggal dunia di areal kebun kelapa sawit di Simpang Nagojor, Kecamatan Tanah Jawa, pada 22 April 2025.
Berdasarkan laporan awal kepolisian, korban ditemukan dalam posisi telentang. Polisi menemukan luka lecet di pelipis kiri dan pergelangan kaki kanan, serta mengamankan sejumlah barang dari lokasi kejadian.
Saat proses olah tempat kejadian perkara (TKP), keluarga menyampaikan kepada polisi bahwa mereka mencurigai kematian Jonres tidak wajar. Atas permintaan tersebut, penyelidikan kemudian dilakukan.(mis)












