Angka Kemiskinan Cukup Tinggi, Pemko Medan Diminta Inovatif dan Kreatif 

oleh
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Dhiyaul Hayati SAg MPd. (Budi Hariadi/Posmetromedan.com)

POSMETROMEDAN.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Dhiyaul Hayati SAg MPd meminta Pemerintah Kota Medan melakukan inovasi dan lebih kreatif untuk mengentaskan kemiskinan.

Dalam hal ini, kecamatan, kelurahan hingga kepala lingkungan harus benar-benar objektif dalam mendata penerima bantuan sosial (bansos).

“Saat ini angka kemiskinan di Kota Medan cukup tinggi. Butuh kolaborasi pihak kecamatan, kelurahan dan lingkungan untuk lebih cermat melakukan pendataan,” ujar Dhiyaul, Jumat (25/6).

BACA JUGA..  Perjuangan Pengacara Darmawan Yusuf Membuahkan Hasil, Pemko Medan Rubuhkan Tembok PT SBP

Berdasarkan sumber Kemensos RI, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Medan; Ruta 127.283,

Keluarga 134.807, Individu 537.570. Total penduduk 2.460.858 jiwa data BPS. “Ada 19,364% DTKS dengan bahasa lain masyarakat miskin kota,”ungkapnya lagi.

Politisi PKS ini menilai penanganan yang dilakukan Pemko Medan selama ini belum tepat sasaran dan kurang maksimal dalam menurunkan jumlah warga miskin. Karena saat ini, hampir 20 persen masyarakat miskin di Kota Medan dari jumlah penduduk berkisar 2,4 juta jiwa.

BACA JUGA..  Dukung Produk Lokal, Dewan Apresiasi Souvenir OK Sebagai Mitra Industri Kreatif

Dhiyaul berharap, Pemko Medan melalui organisasi perangkat daerah (opd) terkait melakukan upaya agar angka kemiskinan kota dapat diminimalisir.

“Buat program yang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga untuk pengentasan kemiskinan. Bisa berupa pelatihan kewirausahaan, bantuan modal dan lainnya. Intinya dibuat program yang tujuannya mampu mengentaskan kemiskinan,” jelas dewan yang duduk di Komisi III ini.

BACA JUGA..  Bapenda dan BPN Medan Optimalisasi BPHTB Melalui Sinkronisasi Data PTSL

Selanjutnya Dhiyaul mengharapkan adanya kolaborasi beberapa OPD dan dilakukan monitoring serta evaluasi program agar anggaran tepat sasaran.

“Saat ini angka kemiskinan di Kota Medan cukup mengkhawatirkan. Ada indikasi lebih banyak masyarakat yang nyaris miskin tidak termasuk dalam DTKS,” tandas Dhiyaul. (*)

Reporter: Budi Hariadi
Editor: Ali Amrizal