MANDIRI SYARIAH

Anak Kandung Gugat Ibu Rp12 M karena Merasa Ditelantarkan

oleh -563 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Tragedi jatuhnya pesawat Mandala Air di Jalan Jamin Ginting pada 5 September 2005 silam, memaksa Ria Desi N Hutapea menyandang status janda.

Sebab suaminya, Fery Donald Sinurat menjadi salah satu korban. Sejak itu pula, anak-anak mereka menyandang status anak yatim.

Atas kejadian ini, Ria memperoleh sejumlah uang dari instansi tempat suaminya bekerja, serta maskapai Mandala.

Oleh wanita ini, sebagaian uang dipakai membeli sebidang tanah yang di atasnya terdapat bangunan gudang dan membangunnya menjadi dua pintu rumah.

Kemudian pada 2006, Ria menjadi tenaga honorer dan dipersiapkan diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) pada Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Informatika Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radia Kelas I, Jalan Willem Iskandar, Medan.

Suatu waktu seorang pria berhasil masuk mengisi hati Ria. Pria tersebut dikenal sebagai anggota Brimob.

BACA JUGA..  Dibunuh! Jasad Gondrong Dibuang ke Jurang Karo

Seiring waktu hubungan mereka semakin dekat. Saking dekatnya, si pria mulai sering berkunjung ke rumah Ria. Bahkan, tak jarang pria tersebut pulang larut malam.

Tanpa disadari Ria, hubungan itu ternyata membuat hubungan dengan anak-anaknya semakin renggang. Ketiga buah hatinya merasa dinomor-duakan. Perhatiannya terkesan lebih banyak tercurah buat sang kekasih.

Belakangan, Ria juga seolah mengesampingkan perasaan warga sekitar. Tanpa disadarinya, sikap cuek itu akhirnya memantik kemarahan para jiran.

Pada 26 April 2015 sekira pukul 02.00 WIB warga menggerebek rumahnya. Disitu warga mendapati Ria sedang bersama kekasihnya.

Takut diamuk warga, si cowok akhirnya memanggil rekan-rekannya. Atas desakan warga, pria tersebut membuat surat pernyataan dari hubungan tanpa status itu.

BACA JUGA..  Dukung Perbup Protokol Kesehatan, Koramil Lubuk Pakam Giat Operasi Yustisi

Esok harinya, Ria pergi meninggalkan rumah dan anaknya. Sejak saat itu, anak-anaknya tinggal bersama mertua Ria.

Dan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, setiap bulan Ria mengirim sejumlah uang. Diluar dugaan Ria, langkahnya mengirim uang bulanan ternyata tidak berkenan di hati anaknya.

Dia dinilai mengabaikan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai orang tua. Atas dasar inilah, kedua anaknya yang telah tumbuh dewasa yang harusnya mendapatkan biaya pendidikan dan kehidupan sehari-hari, menggugat perdata Ibunya ke pengadilan sebesar Rp12 miliar.

Kini sidang gugatan tersebut telah bergulir di Pengadilan Negeri Medan. Senin (25/1/2021) kemarin sidang di gelar di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Beragendakan bantahan penggugat atas jawaban tergugat (replik), penggugat melalui kuasa hukumnya Bukit Sitompul mengatakan, Ria tidak etis menggunakan kata kata anak durhaka terhadap penggugat.

BACA JUGA..  Gubernur Edy Rahmayadi Kembali Perpanjang PPKM Hingga 14 Maret 2021

Alasannya menurutnya, karena orangtua itu harus melakukan tanggungjawab dan kewajiban hukum.

Dikatakan Bukit, meskipun Ria membantah disebut mengabaikan dan menelantarkan anak-anaknya itu, tetapi, pemberian uang Rp2 juta perbulan yang dimulai 2018 hingga 2020, hal itu tidak bisa menjadi pedoman atau tolak ukur terpenuhinya hak-hak penggugat, dalam hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi sesuai harkat dan kemanusiaan baik secara fisik mental maupun spritual dan sosial di tengah masayarakat dan keluarganya sendiri.

“Kalau hanya Rp2 juta per bulan dikirimnya untuk memenuhi penggugat dan kedua adiknya hal itu tidaklah cukup, karena masih banyak kebutuhan yang notabene harus dipenuhi ibunya karena saat itu, usia penggugat sedang masa kuliah,” sebutnya.(man/ras)