Bocah SD di Karo Meninggal Usai Divaksin di Sekolah

oleh
oleh
Jenazah Felicia Karo Sekali saat acara adat di Jambur.

POSMETRO MEDAN – Bocah SD bernama Felicia Karo Sekali (11) meninggal dunia, usai disuntik vaksin di sekolahnya, SD 047164.

Parahnya, vaksinasi yang digelar tersebut tanpa pemberitahuan kepada orangtua. Itu diungkap ayah korban, Fransius Karo Sekali.

Ditemui di Jambur Pisau Serit, tempat jenazah Felicia disemayamkan (dilakukan acara adat Karo), Fransius mengatakan vaksinasi dilakukan pada Rabu (5/8/2026) lalu oleh tim Puskesmas Tiga Panah Dinas Kesehatan Karo.

BACA JUGA..  Kasus Winda Lorenza Dipantau DPR RI, Brigadir IH Ditahan Propam

“Saya tahu anak saya divaksin dari mulutnya sendiri, setelah pulang sekolah. Sekolah bungkam. Puskesmas bungkam. Tidak ada satu pun pemberitahuan kepada kami selaku orang tua,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Setelah disuntik vaksin, kondisi bocah kelas IV SD ini langsung drop. Gadis cilik itu demam tinggi, tubuh lemas, dan nyaris tak berdaya.

BACA JUGA..  Pegawai Wanita Dibogem Sekdis PMD Deli Serdang, Ini Sebabnya

Melihat kondisi putrinya tersebut, Fransius lantas membawanya ke bidan desa. Karena demamnya tak kunjung sembuh, bidan merujuk ke RS Amanda.

Namun setelah tiga hari menjalani perawatan bahkan dirawat di ruang ICU, nyawa Felicia tetap tidak tertolong.

“Anak saya masuk ICU, lalu pergi. Saya hanya menitipkan anak ke sekolah untuk belajar, bukan untuk dieksperimen tanpa izin!” tegas Fransius dengan mata berkaca-kaca.

BACA JUGA..  Dua Korban Penyerangan OTK di Gudang Batok Tanjung Morawa Dilarikan Ke Rumah Sakit

Ia menuntut pertanggungjawaban tegas dari pihak-pihak yang terlibat dalam vaksinasi tersebut.

“Saya ingin tahu prosedur vaksin ini siapa yang mengatur, kenapa orang tua diabaikan. Ini nyawa manusia, bukan barang!”

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tiga Panah, Lenny Florenta Sinulingga, memilih tutup mulut meski berulang kali dikonfirmasi. (mrk)