Sore Dilaporkan Tewas, Tapi Makam Winda Disiapkan Sejak Pagi

oleh
oleh
Tim kuasa hukum mengungkap kejanggalan disiapkannya makam Winda sejak pagi, sementara kematiannya dilaporkan pada sore hari.

POSMETRO MEDAN – Fakta di luar nalar diungkap pihak kuasa hukum keluarga dari mantan istri Brigadir IH berinisial WLG alias Winda, yang disebut tewas dengan menembak kepala sendiri.

Fakta dimaksud, makam WLG ternyata sudah dipesan dan digali pada pagi hari atau beberapa jam sebelum dilaporkan tewas.

Tim kuasa hukum keluarga korban, Utreck Ricardo Siringo-Ringo mengatakan, korban dikebumikan pada Rabu (5/8/2026). Lalu pada Jumat (7/8/2206), keluarga pergi berziarah ke makam korban.

Disana, keluarga mendapatkan informasi dari penggali dan pengelola kuburan bahwa kuburan korban itu telah digali pada Minggu (2/8/226) pagi.

Sementara pihak keluarga baru mendapatkan informasi soal tewasnya korban sekira pukul 14.30 WIB.

“Itu langsung keterangan dari si penggali kubur dan si pengelola kuburan. Jadi, disampaikan sudah dari pagi mereka standby untuk menggali.

Kata mereka, dari pagi sudah dapat informasi untuk dimintakan menggali kuburan,” kata Ricardo, Rabu (12/8/2026).

BACA JUGA..  Anggota Geng Motor Ditangkap Jual Sabu

Setelah keluarga pulang dari makam, kata Ricardo, tim kuasa hukum juga mendatangi makam korban pada hari yang sama.

Saat itu, penggali kuburan itu juga menyampaikan bahwa kuburan itu telah digali pada Minggu pagi.

Dia mengaku memiliki bukti terkait keterangan pengelola maupun penggali kuburan itu. Sebab, pada saat itu, pihak keluarga dan kuasa hukum sempat memvideokan pernyataan itu diam-diam.

“Jadi, dua video yang diambil dengan dua orang berbeda, keluarganya dan kami sebagai pengacara, menemukan fakta di lapangan bahwasanya penggali kubur dan pengelola keterangan itu sama.

Katanya, memang jam 07.00-08.00 WIB sudah standby, sudah digali sebelum matahari panas. Berarti kan jam 12.00 WIB ke bawah, kan gitu kan,” jelasnya.

Ricardo mengatakan pihak penggali kuburan juga sempat heran karena jasad korban tak juga dibawa ke pemakaman itu, meski kuburan telah digali pada hari Minggunya. Belakangan, jasad korban baru dikuburkan pada hari Rabu.

BACA JUGA..  Knalpot Brong, 16 Motor Diamankan Polisi

Berdasarkan informasi yang diterima pihak keluarga dari penggali kuburan, kuburan itu diminta untuk digali oleh seseorang yang sudah berusia tua dan sempat hadir saat pemakaman korban. Sepengetahuan keluarga, orang itu adalah perwakilan dari keluarga Brigadir I.

Pihak keluarga pun mengaku heran karena kuburan korban telah digali lebih dulu, sebelum keluarga menerima informasi soal meninggalnya korban.

Tim kuasa hukum sudah sempat memaparkan hal itu saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI. Namun, pihak keluarga tidak mendapatkan jawaban yang pasti atas kejanggalan itu.

“Kami sampaikan saat RDP bahwasanya menurut dari keterangan video itu, makam sudah digali sebelum meninggalnya si korban. Keterangan video, bukan kita yang ngomong, keterangan video. Cuman nggak terjawab, kata (Komisi III) nanti ditanyakan di proses penyidikan,” pungkasnya.

BACA JUGA..  Resahkan Warga, Dua Pria Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menyebut peristiwa itu terjadi pada Minggu sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu, pihaknya menerima informasi soal kejadian itu.

Mantan Dirresnakoba Polda Sumut itu belum memerinci pihak yang awalnya menyampaikan informasi soal tewasnya korban itu kepada pihaknya.

Namun, usai menerima informasi, petugas kepolisian langsung menuju TKP dan tiba di lokasi sekira pukul 16.00 WIB.

“Proses penyidikan kami lakukan, itu terjadi di jam 3 (sore) dan dilaporkan ke kami itu tidak lama. Jadi, ada beberapa hal yang kita tempuh pada saat itu, lanjut kita lakukan olah TKP dan seterusnya. Semoga ini prosesnya berjalan normal, prosedural, dan profesional,” kata Calvijn, Kamis (6/8/2026) lalu.(dtk)