TEBING TINGGI – Modus korupsi Dinas Kesehatan ternyata lazim dilakukan oknum Kapuskesmas maupun kepala dinas. Bahkan sejumlah pejabat Dinas Kesehatan dan Puskesmas banyak yang tersandung kasus dugaan korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
Dugaan korupsi kali ini melibatkan Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi. Disebutkan Dana BOK yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Non Fisik Bidang Kesehatan pada UPTD Puskesmas se Kota Tebingtinggi Tahun Anggaran 2018, diduga jadi temuan sebesar Rp1,9 Miliar lebih.
Data yang dihimpun koran ini bahwa jumlah keseluruhan untuk BOK UPTD Puskesmas Tahun Anggaran 2018 adalah sebesar Rp5,2 miliar lebih, yang digunakan untuk sembilan Puskesmas.
Informasi yang diperoleh koran ini dari sejumlah sumber di lapangan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap administrasi pertanggung jawaban Bendahara Pengeluaran terhadap pengelolaan dana BOK ada dana sebesar Rp1,9 miliar lebih yang belum dapat dipertanggung jawabkan secara administratif.
Terkait temuan ini, Kepala Dinas Kesehatan Pemko Tebingtinggi, dr.H. Nanang Fitra Aulia SPPK ketika di konfirmasi POSMETRO MEDAN di kantornya tengah tak berada di tempat
“Bapak Kadis keluar,” bilang staf yang berada di ruang informasi Dinas Kesehatan kepada koran ini, Senin (27/5) sekitar pukul 13.24 WIB.
Bukan hanya Kadis yang keluar ruangan, Sekretaris Dinas dan pejabat lainnya juga tak kelihatan di kantor tersebut. Hanya menyisakan sejumlah tenaga honorer yang menunggu ruangan.
Saat dihubungi awak koran ini melalui pesan WhatsApp terkait dugaan temuan tersebut melalui seluler Kadis Kesehatan. Nanang hanya membalas bahwa dirinya sedang ada acara di Medan.(war/pm)












