Berhenti Kuliah di Tiongkok, Belajar Fisioterapi ke Ong Sinshe

oleh
Guru Ong foto bersama murid dan anggotanya di tempat praktik Ong Sinshe di Jalan Karya Sehati Karang Barombak Medan Barat, Kamis (16/6).(ISTIMEWA/POSMETROMEDAN.com)

POSMETROMEDAN.com-Ong Sinshe, merupakan tempat pengobatan alternatif di Medan yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Sumatera, Jakarta, Jawa, hingga Kalimantan.

Praktik Fisioterapi ini langsung ditangani oleh Ong Sinshe atau Guru Ong, dibantu beberapa murid dan anggotanya dalam menangani pasien seperti stroke,saraf kejepit, patah tulang, dan lainnya.

“Saya di sini mengabdi sambil belajar,” tutur Albert, seorang murid Ong Sinshe kepada POSMETROMEDAN.com usai menangani pasien di Komplek Karya Sehati Residence Jalan Karya Sehati No 7 Karang Barombak, Medan Barat, Kamis (16/6).

Pemuda ini bercerita sebelum dirinya bergabung ke tempat praktik Ong Sinshe.

“Sebelumnya saya kuliah di Tiongkok ambil jurusan pengobatan tradisional di Univercity Tradisional Chinese Medicine,” tutur warga Jalan Perjuangan, Karangsari, Brayan Medan ini.

“Karena pendemi Covid, akhirnya saya kembali pulang, dan saya memutuskan untuk berhenti kuliah sementara,” sambungnya.

Setelah beberapa tahun meninggalkan kuliahnya, Albert melihat aktivitas pengobatan Ong Singshe di media sosial.

Lalu Albert berkeinginan untuk belajar kepada Guru Ong.

“Ketimbang jauh-jauh belajar ke Tiongkok dan setahunnya menghabiskan biaya Rp40 juta mendingan coba belajar praktik pengobatan alternatif di Medan dulu deh, dan saya diterima Guru Ong,” terangnya.

BACA JUGA..  Permedsu Desak Komdigi Tindak Tegas Akun Judi Online yang Marak di Kolom Komentar Instagram

Sekarang ini, Albert baru tiga pekan menjalani kegiatannya bersama Ong Sinshe.

Albert mengaku senang bisa bergabung sambil belajar di tempat pengobatan alternatif Ong Sinshe.

“Saya salut juga dengan Ong Sinshe ini, mengobati berbagai penyakit pasien lalu menyembuhkannya tanpa meminta mahar apapun,” katanya.

Albert memang anggota yang baru bergabung di tempat pengobatan alternatif itu, namun masalah ilmu pengobatan yang diajarkan Guru Ong  tetap sama.

Buktinya dia sudah bisa menangani beberapa pasien yang berobat.

Selain albert masih ada anggota dan murid Guru Ong lainnya.

Mereka adalah, Tio Toni, Hendrik, Eng Tiong, Potuan Akub Harianto, Soesantono Delima alias Yong Ming, Bagus Septrada alias Hansen, dan Ahok.

”Kalau saya orang paling lama ikut Ong Sinshe, sejak orang tuanya buka praktik seperti ini saya sudah kenal dia (Ong),” kata Ahok, pria berusia 65 tahun ini.

Selain Ahok, Tio Toni termasuk orang paling senior di antara anggota dan murid Guru Ong.

BACA JUGA..  Permedsu Desak Komdigi Tindak Tegas Akun Judi Online yang Marak di Kolom Komentar Instagram

”Kalau bergabungnya baru setahun, tapi saya  udah kenal Guru Ong sejak lama, termasuk orang tuanya yang dulu juga membuka praktik pengobatan alternatif ini,” tandasnya.

Dan ada cerita lainnya dari Soesantono. Pria ini jauh-jauh datang ke Jakarta hanya untuk belajar kepada Guru Ong.

”Sebenanrnya sejak 2 tahun lalu saya sudah tertarik dengan Ong Sinshe ini, setelah saya melihatnya di Facebook, tapi baru sekarang bisa bergabung,” tutur pria yang baru dua bulan bergabung di tempat Ong Sinshe.

Demi belajar dan mengabdi, Soesantono rela meninggalkan keluarganya  di Jakarta Utara agar ilmu yang didapatnya bisa dipergunakan membantu masyarakat yang butuh pengobatan.

”Intinya kami ingin mengabdi lama di sini, sampai Guru Ong membutuhkan kami, dan kami terus belajar dengannya,” ujar para anggota dan murid Ong Sinshe serentak.

Sementara, Guru Ong mengatakan, bahwa semua anggota dan muridnya sudah bersumpah untuk mengabdi kepada masyarakat dengan tulus,  ikhlas, dan jujur.

“Karena dalam pengobatan pasien di sini, kami tidak mematok harga atau memakai mahar,” tegas Guru Ong yang sudah puluhan tahun membuka praktik Ong Sinshe ini.

BACA JUGA..  Permedsu Desak Komdigi Tindak Tegas Akun Judi Online yang Marak di Kolom Komentar Instagram

“karena saya tahu biaya berobat sekarang mahal, banyak orang susah mau berobat tapi tidak memiliki uang, selagi penyakitnya bisa kami tangani pasti kami tangani, kalau tidak kami sarankan berobat ke tempat yang lain,” sambungnya.

Dalam menjalankan praktik pengobatannya, Guru Ong kerap memegang teguh prinsip sekaligus menjadi motto hidupnya,”Ketika Anda Meringankan Beban Orang Lain, maka Tuhan akan Mempermudah Urusan Anda”.

”Nah, makanya bagi anggota dan murid saya yang tidak jujur dan tidak ikhlas dalam bekerja, mereka akan saya usir, dan itu sudah saya lakukan kepada bekas anggota saya dulu,” terangnya.

Sementara bagi murid dan anggota yang sudah matang dan masuk dalam kriteria Guru Ong akan diberikan sertifikat khusus.

“Bagi mereka yang mendapatkan sertifikat dari saya, diizinkan membuka usaha seperti ini di tempat lain,” pungkas Guru Ong.(*)

 

REPORTER: Sahala Simatupang

EDITOR: Sahala Simatupang