SMKN 10 Dikunjungi Puteri Remaja Pendidikan Indonesia 2025, Sharon Simbolon Edukasi Bahaya “Brain Rot”

oleh
Putri Remaja Pendidikan Indonesia 2025, Sharon JZ Simbolon bersama Kepala SMKN 10, Rafiah SPd MSi.(Abay-Galih/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 10 dikunjungi Putri Remaja Pendidikan Indonesia 2025, Sharon JZ Simbolon.

Sharon didampingi Putri Remaja Indonesia Sumatera Utara (Sumut) 2026, Sarah Carolyn Suntiur Saing.

Suasana antusias terlihat di saat menerima kunjungan bersama pada Senin (25/5/2026).

Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan advokasi edukatif mengenai dampak negatif penggunaan gadget secara berlebihan di kalangan pelajar.

Dalam pemaparannya, Putri Remaja Pendidikan Indonesia 2025, Sharon Simbolon mengangkat tema mengenai bahaya kecanduan gadget yang kini semakin sering terjadi pada generasi muda.

Sharon Simbolon dan Sarah Saing dijamu Kepala SMKN 10, Rafiah SPd MSi.(Abay-Galih/POSMETRO MEDAN)

Ia menjelaskan bahwa penggunaan handphone secara berlebihan dapat memicu penurunan kemampuan berpikir dan kesehatan mental.

BACA JUGA..  Advokasi Inspiratif di SMKN 10 Medan, Sarah Carolyn Ajak Generasi Muda Jauhi Pergaulan Bebas

Menurut Sharon, salah satu dampak yang kini mulai banyak dibahas adalah fenomena Brain Rot, yaitu kondisi menurunnya fungsi kognitif akibat terlalu sering mengonsumsi konten digital dangkal dan berulang di media sosial.

Sharon Simbolon dan Sarah Saing bersama para siswa siswi.(Abay-Galih/POSMETRO MEDAN)

“Brain Rot adalah penurunan fungsi kognitif seperti daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir kritis akibat konsumsi berlebihan konten digital yang dangkal, tidak bermakna, dan berulang,” jelas Sharon di hadapan para siswa.

Ia menambahkan, kebiasaan menonton video pendek, meme, hingga konten singkat secara terus-menerus dapat membuat otak terbiasa dengan stimulasi instan sehingga kemampuan analisis perlahan menurun.

BACA JUGA..  Jalin Silaturahmi, Wabup Samosir Sambut Kehadiran Wakil Walikota Medan di Waterfront Pangururan
Sharon dan Sarah bersama para guru dan siswa siswi.(Abay-Galih/POSMETRO MEDAN)

“Kondisi ini menyebabkan serabut saraf melemah, kemampuan berpikir kritis berkurang, bahkan dapat memicu kecemasan, stres, dan kelelahan mental,” sambungnya.

Tidak hanya memberikan materi, kegiatan tersebut juga berlangsung interaktif.

Para siswa tampak aktif berdialog dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait cara mengatasi kecanduan gadget serta menjaga kesehatan mental di era digital.

Sharon dan Sarah bersama beberapa siswi SMKN 10.(Abay-Galih/POSMETRO MEDAN)

Menariknya, dalam kegiatan itu Sharon juga mengenakan busana hasil karya siswi SMKN 10 jurusan Tata Busana.

Penampilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para siswa dan guru karena karya mereka dapat digunakan dalam kegiatan resmi.

BACA JUGA..  Jalin Silaturahmi, Wabup Samosir Sambut Kehadiran Wakil Walikota Medan di Waterfront Pangururan

Di akhir acara, Kepala SMKN 10 Rafiah SPd MSi bersama para guru menyampaikan apresiasi atas materi inspiratif yang dibawakan Sharon dan Sarah.


Sharon Simbolon dan Sarah Saing bersama para orang tua dan pihak SMKN 10.(Abay-Galih/POSMETRO MEDAN)

“Semoga teman-teman di SMKN 10 Medan ini dapat termotivasi dan nantinya ada siswi yang bisa mengikuti jejak Sharon di ajang Puteri Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pelajar akan pentingnya menggunakan teknologi secara bijak, sekaligus memotivasi siswa untuk terus berprestasi dan percaya diri mengembangkan potensi yang dimiliki.(*)

REPORTER: Abay/Galih

EDITOR: Oki Budiman