Angkot Masuk Jurang, Tiga Santri Luka

oleh
oleh
Kondisi angkot di dalam jurang.

POSMETRO MEDAN – Satu unit angkutan kota (angkot) rombongan santri, masuk jurang sedalam sekitar 50 meter di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menyebabkan tiga orang santri terluka.

 

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Mandailing Natal, Iptu Sumardi, mengatakan kecelakaan terjadi di Jalan Umum KM 9-10 jurusan Panyabungan – Kotanopan, tepatnya di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Senin (22/6/2026) siang.

 

Saat itu angkot mencoba mendahului kendaraan lain di ruas jalan menikung ke kiri. Namun dari arah berlawanan datang kendaraan lain, sehingga sopir berupaya menghindar, hingga kehilangan kendali dan terjatuh ke jurang di sisi kiri jalan.

BACA JUGA..  Bus Travel Tujuan Langkat Tabrakan, 4 Orang Meninggal

 

“Kendaraan yang mengalami kecelakaan merupakan angkot 02 dengan nomor polisi BB 1918 HB yang mengangkut 14 penumpang, sebagian besar santri Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru,” ujar Sumardi, Selasa (23/6/2026).

 

Akibat kejadian tersebut, kendaraan mengalami kerusakan berat pada bagian depan, termasuk kaca depan pecah dan bodi ringsek. Empat penumpang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan di RSUD Panyabungan.

BACA JUGA..  Dihantam Mobil Box Colt Diesel, Dua Pengendara Motor Tewas 

 

Salah seorang penumpang, Abdul Bais (15), menyebutkan kecelakaan terjadi saat angkot berusaha menyalip truk. “Angkot sempat oleng sebelum akhirnya jatuh ke bawah,” ujarnya.

 

Adapun korban luka yakni sopir, mengalami luka robek pada wajah serta lecet pada bahu dan lengan; masing Muhammad Ariansyah (15), Rahmad Kurniawan (15), dan Abdul Bais (15).

BACA JUGA..  Pengendara Karisma Tabrak Fuso Gegara Lubang

 

Peristiwa ini kembali memicu perhatian publik terhadap keselamatan transportasi angkutan umum di wilayah tersebut. Sejumlah warga menilai perilaku sopir angkot yang kerap melaju dengan kecepatan tinggi masih sering ditemukan di lapangan.

 

Selain itu, praktik mengangkut penumpang melebihi kapasitas, termasuk penumpang yang duduk di atas kendaraan atau bergelantungan di pintu, juga masih terjadi, khususnya di jalur padat pelajar dan santri.(bbs)