POSMETRO MEDAN – Tim gabungan Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak berhasil mengungkap kasus kematian MN (15), anggota geng motor Nekat Kami Bang (NKB) yang ditemukan tewas di parit.
Berdasarkan penyelidikan, polisi menangkap 6 orang terdiri dari anak di bawah umur dan pria dewasa, yakni berinisial RY (19), IL (18), GR (21), RDS (18), MOH (17) dan FT (17).
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Akbp Adrian Risky Lubis menerangkan, keenamnya merupakan anggota geng motor SL, SKM dan TOWAGA, dan ditangkap dari berbagai lokasi.
“Yang tawuran ini geng motor SL bersama dua rekannya SKM dan TOWAGA versus geng motor NKB. Kedua kubu itu sudah merencanakan untuk tawuran di lokasi,” ucapnya, Selasa (23/6/2026).
Dijelaskannya, penangkapan dilakukan kurang dari 24 jam pasca-penemuan jasad MN. Awalnya, pihaknya menangkap RDS dan FT saat mengisi BBM di Jalan Setia, Marindal I. “Dari hasil interogasi keduanya, kita kembangkan dan menangkap MOH di Jalan Jati II, Medan Kota,” tuturnya.
Sesuai keterangan yang diperoleh, tim gabungan melakukan pengembangan. Hasilnya, dua pelaku lain berinisial RY dan GR ditangkap di Jalan Periuk, Medan Petisah.
Hingga kini, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan pelaku lain. “Ini akan terus kita kembangkan untuk kemungkinan pelaku lain,” ujarnya.
Polisi mengungkap, bentrokan tersebut bukan terjadi secara spontan, melainkan telah direncanakan dan diberi label “Big Match” oleh kelompok yang terlibat.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan, dua kubu yang bertikai sebelumnya telah menyepakati lokasi dan waktu untuk melakukan tawuran.
“Dari hasil penyelidikan, tawuran ini sudah direncanakan sebelumnya. Mereka menyebutnya sebagai Big Match dan telah sepakat untuk bertemu di lokasi untuk melakukan tawuran,” ujar Adrian, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, kelompok SL yang bergabung dengan SKM dan TOWAGA berkumpul di kawasan Kuburan Cina, Delitua, Senin (22/6/2026) dini hari.
Dalam pertemuan tersebut, pimpinan kelompok memberikan arahan untuk melakukan penyerangan terhadap kelompok NKB. Sekitar pukul 03.00 WIB, kelompok tersebut bergerak menuju Jalan Setia yang telah disepakati sebagai lokasi bentrokan.
Dalam bentrokan itu, kubu NKB disebut kalah jumlah dan memilih mundur. Namun korban MN tertinggal dari kelompoknya, kemudian ditabrak menggunakan sepeda motor oleh kelompok lawan hingga terjatuh.
“Setelah terjatuh, korban menjadi sasaran pengeroyokan. Para pelaku menggunakan senjata tajam, batu, panah, dan lainnya hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelasnya.
Dari pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata yang digunakan dalam tawuran serta telepon genggam para pelaku.
“Dalam handphone terlihat jelas ada grup WhatsApp Power Rangers. Di sana mereka merencanakan tawuran tersebut,” ujarnya.(bbs)












