Keracunan MBG di Karo, Siswi Berprestasi Alami Gangguan Ingatan

oleh
oleh
Ibu siswi berprestasi yang mengalami gangguan ingatan.

POSMETRO MEDAN – Akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), siswi berprestasi asal Berastagi, Karo, Febiola Purba (16), mengalami gangguan ingatan. Miris!

Diduga ia mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen serta kejang. Dokter mengidentifikasi dua kemungkinan penyebab gangguan itu, yakni infeksi bakteri atau paparan racun jamur.

Sejak pertengahan Agustus 2026, korban telah menjalani perawatan intensif dan berpindah di lima rumah sakit berbeda, termasuk Rumah Sakit Umum Pemerintah Haji Adam Malik Medan.

Selasa (8/9), Humas RSUP HAM Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, pasien melakukan rawat jalan dan sudah tiga kali kunjungan berobat di RS Adam Malik.

Saat ini, tambah Rosario, pasien ditangani dokter spesialis Gastro Anak, Neurologi anak dan sudah menjalani pemeriksaan Elektroensefalografi (EEG).

“Tapi dokternya belum bersedia memberikan keterangan. Nanti kalau sudah bersedia akan kita rilis secara resmi,” tandasnya.

Terpisah, Elvinus Lusiana Sitanggang (49), ibu Febiola mengatakan, anaknya mengalami gangguan ingatan usai dirawat selama 3 hari di rumah sakit.

“Pas awal dirawat itu belum (ada gangguan ingatan). Selama pulang dari rumah sakit umum masih biasa, normal. Tapi setalah sampai di rumah, dia kejang, kami bawa ke RS Haji, di situlah dia mulai omongannya udah kayak anak-anak,” ujar Elvinus, Senin (7/9/2026).

BACA JUGA..  Erupsi Anak Krakatau, Puluhan Penerbangan Kualanamu - Jakarta Dibatalkan

Menurut Elvinus, Febiona sempat tidak mengenali orang-orang terdekatnya. Termasuk anggota keluarga dan teman-teman sekelasnya.

“Contohnya ibaratnya keluarga. Bibinya kalau datang, “Ini siapa?” katanya. Jadi kami kasih tahu, “Ini Bibi.” “Oh, Bibi.” “Ini siapa?” Suami Bibinya, “Ini Kila ndu, nakku,” kami bilang. “Oh, Kila.” Ya gitu-gitu aja ingatannya gitu,” kata Elvinus.

Elvinus mengatakan, dirinya tidak mendapatkan penjelasan terkait gangguan ingatan Febiona sejak awal. Namun, ia mendapatkan penjelasan tersebut saat Febiona sudah dirawat inap.

Ia bercerita, Febiona merupakan siswi berprestasi di sekolahnya. Ia kerap mendapatkan ranking pertama di kelas dan menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS.

Sejak kejadian keracunan massal karena MBG dan menjalani perawatan, Febiona sangat ingin segera masuk sekolah. Namun karena kondisi yang belum memungkinkan, ia harus menunda hal tersebut.

“Selama ini belajar dia juara satu. Mulai dari kelas satu dia semester awal, dia juara satu. Terus dia wakil ketua OSIS di sekolahnya. Makanya dia selalu bilang, “Aku mau sekolah, aku mau sekolah,” katanya. Ya tapi kayak mana kita ngasih dia mau sekolah?” ungkap Elvinus.

BACA JUGA..  Puluhan Siswa SMAN 1 Lubukpakam Sakit Perut, SPPG : Hasil Lab Tidak Akibat Keracunan MBG

Menyikapi kasus ini, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution ikut angkat bicara. Bobby menyebut pihaknya akan terus memantau kondisi terkini siswi tersebut.

“Itu masih kita pantau terus. Barusan juga kita minta laporan terkait hal tersebut. Ini masih dilakukan pemantauan, baik secara psikis maupun fisik,” ujar Bobby saat diwawancarai, Selasa (8/9/2026).

Dikatakan Bobby, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis terkait kondisi Febiona. Termasuk kondisi perut dan sarafnya.

“Dan juga kita rekomendasi dari psikologisnya juga, kita enggak bisa nilai traumatis seseorang itu setelah keracunan itu apakah ada trauma atau segala macam, dan ini mengganggu mental dan segala macam. Ini juga kita ikut periksa. Jadi seluruhnya bukan hanya sakit medis, tapi yang lain juga kita periksa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus menyebut, dirinya juga sudah mendapatkan informasi terkait kondisi Febiona dari kepala sekolah.

“Ya, saya baru konfirmasi kepada kepala sekolah kita. Laporan kepala sekolah kemarin dibawa ke Rumah Sakit Adam Malik Medan untuk dilakukan EEG,” ujar Zulkarnain, Selasa (8/9/2026).

BACA JUGA..  LAPOR !!! Arena Judi di Jalan Pasar 7 Tandem Deli Serdang Beroperasi 24 jam, KEBAL HUKUM

Zulkarnain mengaku prihatin dengan kondisi Febiona. Ia menyebut, Dinas Pendidikan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah agar Febiona bisa segera bersekolah usai kondisinya pulih.

“Tadi kita sampaikan ke sekolah agar selalu berkoordinasi dengan orang tua, apabila anak kita sudah siap untuk bersekolah kita akan bantu fasilitasi sebaik mungkin. Kita sangat prihatin dengan kondisi anak kita ini,” tambahnya.

Diketahui, Febiola merupakan satu dari ratusan murid dari lima sekolah di Kabupaten Karo, yang mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG).

MBG tersebut diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur milik Kodim.

Sebanyak 265 murid yang mengalami keracunan di 3 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Karo.

Rinciannya, SMAN 1 Berastagi sebanyak 202 siswa, SMA Swasta Bersama 25 siswa, dan SMK Swasta Bersama 38 siswa.

Selain itu, juga ada dari dua sekolah SMP yang mengalami keracunan, yaitu SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama.(bbs)