POSMETRO MEDAN – Sejumlah pengusaha, menjadi korban investasi bodong usaha minyak yang dilakukan oleh pelaku berinisial WS bersama istrinya berinisial CAP.
Total kerugian dari investasi tersebut, mencapai Rp 2,93 miliar , dengan janji mendapat keuntungan dari proyek pasokan minyak mentah untuk pasar Asia Tenggara yang disebut melibatkan pihak dari Dubai.
Kasus ini pun, sudah ditangani pihak kepolisian, dan para korban berharap pelaku segera ditangkap.
Seperti diungkapkan oleh salah satu korban investasi bodong, FB (40) warga Semarang kepada awak media Posmetro Medan, Sabtu (13/06/2026) via WhatsApp.
Ia mengungkapkan, ia dari salah satu korban yang tertipu investasi bodong dengan total kerugian mencapai Rp 2,93 miliar , berharap kepada pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat, untuk segera menangkap pelaku.
” Saya dengan teman saya DA telah melaporkan kejadian itu pada 20 Februari 2026 ke Polres Metro Jakarta Pusat dengan nomor laporan polisinya LP/B/546/II/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Harapan kita, agar ini segera diungkap, dan menangkap pelaku WS,” ujarnya.
FB menjelaskan, awalnya ia menerima tawaran bisnis minyak mentah untuk pasar asia yang disebut melibatkan pihak dari Dubai sejak Oktober 2025. Kala itu, ia bersama temannya inisial DA.
Dari tawaran itu, lanjut FB, WS menjanjikan dari kerjasama itu peluang dalam keuntungannya. Apalagi, WS menunjukan kepada para korbannya bahwa kapasitas pengiriman 100.000 metrik ton minyak mentah dalam setiap pengiriman.
Selain itu, WS juga menunjukkan sebuah foto dengan kesannya seolah olah WS dekat dengan para pejabat tinggi negara, agar para korbannya percaya atau tergiur rayuan untuk masuk investasi bodong tersebut.
Akhirnya, FB pun bersama teman-temannya yang telah percaya investasi itu, mentransfer uangnya hingga total mencapai Rp 2,93 miliar. Dan, dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan operasional dan pelaksanaan proyek.
” Jadi, kalau uang saya diantara dari Rp 2,93 miliar ini, mencapai Rp 330 juta dari investasi bodong ini telah raib,” katanya.
Setelah uang itu masuk, WS malah tidak ada lagi melakukan komunikasi lebih lanjut. Ternyata, setelah dicoba ditelusuri, proyek investasi itu fiktif.
Iapun berharap, meminta dari proses itu untuk menangkap pelaku, agar tidak ada lagi korban hal yang serupa.
” Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan besar, terutama yang tidak disertai dengan kejelasan legalitas dan transparansi proyek,” katanya.
Perlu diketahui, WS dan istrinya juga telah dilaporkan ke Polres Tangerang oleh RS. RS ini juga, korban yang tertipu investasi bodong dengan total kerugian pada pengusaha dari Jakarta dan Semarang, mencapai Rp 2,93 miliar.ds
EDITOR : Putra












