POSMETRO MEDAN – Bencana banjir kembali menghantam Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Hujan deras yang mengguyur selama dua hari menyebabkan tanggul di Kecamatan Tukka kembali jebol, memicu banjir susulan yang merendam ratusan rumah warga serta menggenangi sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tukka dan Badiri.
Banjir dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak Minggu (2/8/2026) sore hingga Senin (3/8/2026), sehingga debit air sungai meningkat drastis dan meluap ke permukiman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapteng, Erianto Tambunan, mengatakan berdasarkan laporan harian Pusdalops BPBD, hujan lebat mulai turun sekitar pukul 17.00 WIB pada Minggu.
“Kenaikan debit air yang dipicu hujan lebat serta luapan dari beberapa titik daerah aliran sungai (DAS) mengakibatkan tanggul kembali jebol di Kecamatan Tukka,” ujarnya.
Tanggul yang jebol berada di Lingkungan I, Kelurahan Hutanabolon. Lokasi tersebut merupakan titik yang sama dengan tanggul yang rusak saat banjir besar pertengahan Juli 2026 lalu, sehingga kembali menjadi jalur masuknya air ke kawasan permukiman.
Di Kecamatan Tukka, Kelurahan Sipange menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Meluapnya Sungai Aek Silaga-laga membuat air masuk ke rumah-rumah warga.
Jika sehari sebelumnya warga masih bertahan di rumah masing-masing, pada Senin mereka mulai mengungsi ke Gereja HKBP Sipange demi menghindari risiko banjir yang terus meningkat.
Hingga kini BPBD Tapteng masih melakukan pendataan terhadap jumlah rumah terdampak dan terus memantau perkembangan debit air di sejumlah sungai yang berpotensi kembali meluap apabila hujan masih berlanjut.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.
Editor: Oki Budiman












