Api Melalap Bangunan Penjaga Ladang, Seluruh Hasil Panen Jadi Abu

oleh

POSMETRO MEDAN – Suasana tenang di kawasan perladangan Jalan Bah Torop mendadak berubah panik ketika kobaran api melahap satu unit bangunan semi permanen hingga rata dengan tanah pada Minggu (2/8/2026) pukul 10.20 WIB.

Menurut keterangan warga, bangunan tersebut berada tidak jauh dari permukiman dan selama ini dihuni oleh seorang penjaga ladang bernama Evlin Sitanggang (23).

Beruntung, saat kebakaran terjadi bangunan dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

BACA JUGA..  Kapal Penumpang Terbakar, 4 Orang Tewas

“Ada orang yang tinggal di bangunan itu, dia yang menjaga ladang di sekitar situ. Korban jiwa tidak ada karena lagi kosong saat terbakar,” ujar Kiplan (24), warga sekitar.

Evlin mengaku terkejut saat mendapat kabar tempat tinggalnya terbakar. Saat kejadian, ia mengaku sedang bekerja membersihkan lahan sehingga tidak berada di lokasi.

“Tidak tahu aku kenapa terbakar. Aku tadi di ladang. Diberitahu warga kalau tempatku terbakar,” katanya.

BACA JUGA..  Di Tengah Pembukaan Rute Baru, Bobby Nasution Singgung Mahalnya Avtur Kualanamu

Akibat kebakaran tersebut, seluruh barang yang berada di dalam bangunan tidak sempat diselamatkan. Sepeda motor, berbagai peralatan pertanian, hingga jagung yang baru selesai dipanen hangus dilalap api.

“Terbakar semua, itu jagung baru panen juga sudah terbakar,” ucap Evlin dengan nada sedih.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih menjadi misteri. Warga menyebut tidak ada seorang pun berada di bangunan saat api pertama kali muncul sehingga belum diketahui dari mana sumber api berasal.

BACA JUGA..  Tak Ada Pengawasan, Proyek P3-TGAI Desa Tualang Lama Nihil Plang Proyek dan Pekerjanya Tanpa APD

Usai kejadian, personel Polsek Siantar Martoba turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari Evlin dan sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran sekaligus menghitung total kerugian yang dialami korban.

Editor: Oki Budiman