Gerak Lom Lom “Dibatasi” Orang Kepercayaan, Pengamat: Perlihatkan Jaringan Asriludin Tambunan di Partai Gerindra Lemah

oleh
Wabup Lom Lom Suwondo, Asisten Administrasi Umum Setdakab Deliserdang Rudi Akmal Tambunan saat kegiatan buka puasa bersama di RSUD Amri Tambunan.

POSMETRO MEDAN – Pengamat Komunikasi Politik Sumatera Utara (Sumut), Dr. Taufiq Hidayah Tanjung menilai ruang gerak Wakil Bupati (Wabup) Lom Lom Suwondo saat ini “dijaga” orang kepercayaan Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan.

Taufiq menyebut, “penjagaan” itu dilakukan pasca hubungan kedua menjadi perhatian publik dengan mencuatnya pemberitaan mengenai tidak dilibatkannya Lom Lom dalam penentuan pejabat di lingkungan Pemkab serta dalam momentum peringatan HUT Partai Gerindra.

“Dalam politik, kedekatan yang terus dipertontonkan di ruang publik bisa dibaca sebagai upaya menjaga akses komunikasi dan merawat hubungan. Ini dapat dimaknai sebagai langkah rekonsiliasi pasca munculnya sejumlah isu yang berkembang ataupun karena jaringan kekuatan khususnya di tubuh DPP Partai Gerindra Bupati Asri Ludin masih sangat-sangat lemah, sehingga belum berani berhadap hadapan langsung dengan Wakil Bupati Lom Lom,” kata Taufiq kepada wartawan Rabu (4/3/2026).

Tidak itu saja Taufiq mengungkapkan, ruang gerak Wakil Bupati dijaga ketat oleh Bupati bisa jadi menunjukkan bahwa Bupati ingin memastikan Wakil Bupati tidak mengambil keputusan atau melakukan tindakan yang tidak sejalan dengan visi dan misi Bupati atau agar Wabup tidak memainkan perannya supaya lebih populer dibandingkan Bupati.

“Ini juga bisa menimbulkan kesan bahwa Wakil Bupati tidak dipercaya atau tidak diberi kepercayaan untuk mengambil keputusan,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Pelaku Curi HP & Motor, Uangnya untuk Judi Slot

Taufiq menilai situasi tersebut mencerminkan adanya dinamika internal yang tidak sederhana dalam konfigurasi kekuasaan di Deliserdang.

Selain itu sebut Taufiq, meskipun muncul kesan pembatasan ruang terhadap Lom Lom dalam sejumlah momentum formal, namun secara politik pengaruhnya belum melemah.

“Ketika ada narasi bahwa seorang wakil kepala daerah tidak dilibatkan dalam momentum strategis, itu tentu mengundang tafsir politik. Tetapi faktanya, nama Lom Lom tetap menggema di ruang publik. Artinya, secara legitimasi sosial dan politik, beliau masih memiliki posisi yang kuat,” ujarnya.

Pasca Lom Lom menyampaikan, pernyataan saat ditanya wartawan apakah dirinya dilibatkan atau
tidak dilibatkan pendapatnya terhadap calon-calon pejabat sebelum dilantik.

Lom Lom tidak menyebut secara rinci dilibatkan atau tidak, dia hanya mendoakan yang dilantik bekerja maksimal, mencapai target, dan wajib menghindari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN). “Semoga yang dilantik putra-putri terbaik yang bekerja dan mengabdi kepada negara,” katanya.

Selanjutnya, secara terbuka juga saat syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Deliserdang, Lom Lom yang merupakan Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut sempat menanyakan kepada Ketua DPC Zakky Shahri dan kader berkaitan namanya disebut menjadi Bupati Deliserdang.

BACA JUGA..  Rapat Paripurna,HUT ke-27 Kabupaten Toba, Bupati Effendi Napitupulu Ajak Semua Pihak Bersinergi Membangun Daerah

Syukuran yang tidak tampak hadir Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan itu, para tamu yang hadir serentak menyampaikan Lom Lom menjadi Bupati Deliserdang.

“Hari ini terasa bergetar dan merinding saat teriakkan Lom Lom Suwondo. Izin Bang dua periode atau 2027 ?,” tanya Lom Lom kepada Ketua DPC Gerindra Deliserdang Zakky Shahri SH. “Bupati,” jawab kader.

“Terimakasih banyak Bang dukungannya, ini membuat kita selalu ditengah-tengah rakyat dan tidak berani mengingkari apa yang diembankan kepada kita,” tambah Lom Lom.

Taufiq melihat fenomena tersebut menyebut, walaupun terdengar informasi Ludin berpindah Partai dari Partai Golkar ke Partai Gerindra, namun pengaruhnya baik dari tingkat DPC, DPD hingga DPP Partai Gerindra tidak ada. Bahkan saat HUT Partai Gerindra tersebut didapat informasi bahwa hanya Lom Lom Suwondo yang diundang dan kader menganggap bahwa Lom Lom satu-satunya kader yang duduk di eksekutif di Kabupaten Deliserdang.

“Ini juga sejalan dengan apa yang dilakukan Wabup Lom Lom Suwondo, berani secara terbuka menanyakan kepada kader apakah dua periode atau sebagai Bupati Deliserdang dan dijawab kader menjadi Bupati Deliserdang,” katanya.

BACA JUGA..  Wabup Taput Tinjau Gerakan Pangan Murah: Stok Aman, Harga Stabil

Taufiq menyebut, melihat track record, Bupati yang biasanya reaktif dalam menanggapi situasi, namun kali ini terkesan silent (diam) dengan memainkan perannya menempatkan orang kepercayaannya seperti adiknya sendiri yakni Rudi Akmal Tambunan (Asisten Administrasi Umum Setdakab Deliserdang) untuk turut mendampingi kegiatan-kegiatan Lom Lom di pemerintahan termasuk safari Ramadhan.

Menurutnya, dalam perspektif komunikasi politik, intensitas kehadiran tersebut bukan tanpa makna. “Dengan masih lemahnya jaringan di DPP Partai Gerindra, Bupati Ludin maka dia menempatkan orang kepercayaannya untuk terus mendampingi Wabup Lom Lom sampai jaringan itu sudah kuat, kita lihat kedapannya kejutan apa terjadi di Kabupaten Deliserdang,” tutup Taufiq.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Sandra Dewi Situmorang ketika dikonfirmasi wartawan membantah bahwa Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan “menjaga” pergerakan Wabup Lom Lom Suwondo dengan menempatkan orang kepercayaan yakni Asisten Administrasi Umum Setdakab Deliserdang Rudi Akmal Tambunan.

“Waduh nggak ada itu bang. Sampai hari ini sepengetahuan saya pak bupati dan wakil tetap dalam komitmen yang sama untuk Deliserdang lebih baik bang,” pungkasnya.( Wan)

EDITOR : Putra