POSMETROMEDAN.com – Tokoh masyarakat dan ketua LSM memberikan apresiasi kepada Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu, atas kebijakannya mempertahankan ribuan pegawai PTT dan GKD dengan cara memperpanjang kontrak mereka.
Seperti dilansir POSMETROMEDAN.COM dari postingan facebook Khenoki Waruwu, yang bergambar profil Bupati Nias Barat, menyampaikan keluh kesah bahwa telah membicarakan perpanjangan kontrak PTT (Pegawai Tidak Tetap) dan GKD (Guru Kontrak Daerah). Postingan itu dibagikan (di share) pada hari Minggu (09/01/2022).
Di laman beranda akun facebook nya, Bupati menyampaikan bahwa kemarin telah diadakan rapat dengan PTT dan GKD.
“Kamis kemarin di ruang kerja, saya adakan rapat untuk membicarakan perpanjangan kontrak PTT/GKD. Ada Wakil Bupati Pak Dr. Era era Hia, MM.,M.Si, Sekda Pak Prof. Dr. Fakhili Gulo dan beberapa kepala OPD,” ujarnya.
Perpanjangan kontrak PTT/GKD ini, dianggap memang cukup dilematis karena terasa membebani APBD dan hal-hal lain.
Disisi lain, apabila tidak diperpanjang juga, maka sekitar 2000 orang putra putri Nias Barat akan pengangguran, sementara lapangan kerja di wilayah Nias Barat sangat terbatas. Belum lagi dampak covid-19 yang membuat ekonomi masyarakat lumpuh. Selain memperpanjang, khusus untuk GKD bupati berjanji akan menambah gajinya dengan catatan, disesuaikan dengan kualifikasi pendidikan.
Meskipun dilematis, saya menyampaikan kepada mereka untuk memperpanjang kontrak PTT/GKD lingkup Pemerintah Nias Barat hingga bulan Juni 2022, kecuali yang tidak aktif, yang sudah menang P3K, PNS, yang telah terpilih anggota BPD dan atau double job lainnya, kata Bupati.
Dijelaskan Bupati, alasannya berani untuk memperpanjang kontrak PTT/GKD ini walaupun bagaikan menelan pil pahit, karena rata-rata tenaga PTT/GKD adalah putra putri Nias Barat. Jadi, biarlah mereka terberdayakan sekaligus diberi kesempatan untuk bersama-sama membangun daerah ini. Dan sekalian juga mereka dapat bertahan hidup ditengah sulitnya ekonomi masyarakat.
“Sangat diharapkan dukungan dari semua pihak, PTT/GKD ini saudara-saudari kita semua bukan orang lain. Terima kasih, “ujar Bupati mengakhiri.
Menanggapi hal ini, salah satu tokoh Nias Barat Yamotuho Gulo menyampaikan, “Kita mendukung apa yang menjadi keputusan bupati. Keputusan bupati dalam memperpanjang kontrak PTT/GKD tentu bukan hanya sekedar politis untuk mempertahankan popularitas dan memenuhi janji-janji politik semata. Tetapi kita yakini sudah melalui kajian dan analisis yang mendalam, baik itu analisis kebutuhan, analisis dampak ekonomi karena faktor efek Covid 19 maupun analisis terhadap tekanan anggaran pemerintah,” ujarnya.
Masih Yamotuho Gulo, katanya, “Keberadaan PTT dan GKD di Kabupaten Nias Barat memang merupakan sebuah dilema tersendiri yang dihadapi oleh pemerintah Nias Barat yang sudah berlangsung lebih dari satu periode kepemimpinan bupati, karena jumlahnya yang cukup fantastis. Menurut saya, keputusan Bupati dalam memperpanjang kontrak PTT/GKD saat ini dalam masa pandemi Covid 19 dan masa melemahnya ekonomi akibat Covid 19 adalah keputusan yang tepat,” tuturnya.
Kita mengetahui bersama bahwa saat ini sangat sulit dalam mendapatkan lapangan pekerjaan, begitu juga sumber penghasilan lain di bidang pertanian dan peternakan yang merupakan sumber penghasilan utama masyarakat, juga mengalami tekanan. Sehingga perpanjangan kontrak kerja PTT dan GK, setidaknya cukup untuk membantu menggerakkan ekonomi keluarga dari ribuan tenaga PTT dan GKD yang telah diterima oleh pemerintah selama ini. PTT dan GKD ini bukan orang lain, mereka adalah saudara-saudara kita di Nias Barat ini, ujarnya.
“Pertimbangan lain, saat ini jumlah PTT dan GKD yang akan diperpanjang kontraknya tentu sudah berkurang jumlahnya karena cukup banyak yang sudah diterima sebagai PNS, PPPK dan yang menang pemilihan BPD beberapa waktu yang lalu,” katanya.
Namun demikian, lanjut Yamo, disisi lain pemerintah Kabupaten Nias Barat harus cerdik dalam mengelola anggaran agar tekanan anggaran puluhan milyar yang terserap untuk honor PTT dan GKD tidak menggangu jalannya program kegiatan pembangunan dan kebutuhan pelayanan dasar kepada masyarakat Nias Barat.
Selain itu Pemerintah Daerah harus jeli dan ulet dalam mendapatkan sumber pendapatan tambahan seperti PAD dan sumber-sumber tambahan lain dari pemerintah propinsi dan pusat.
“Saya sangat meyakini bahwa Bupati Nias Barat mampu mewujudkan hal tersebut. Bila tekanan anggaran yang diakibatkan oleh perpanjangan kontrak PTT dan GKD dapat diatasi oleh pemerintah dan program yang dijanjikan sesuai visi dan misi bupati tetap dapat dijalankan, maka pasti akan berdampak positif dalam meningkatkan popularitas dan elektabilitas serta kepuasan masyarakat Nias Barat akan kinerja bupati,” jelas Yamo.
Sementara salah satu ketua DPC LSM KPK RI Nias Barat P. Gulo, saat di temui wartawan turut mengapresiasi keputusan bupati.
“Kita sangat mengapresiasi tindakan bupati, yang benar-benar pro rakyat. Kita lihat dari jumlah PTT yang begitu banyak, tetap dibantu demi membantu masyarakat mengurangi pengangguran, juga tunjangan untuk orang meninggal, dibantu 2 jutaan di setiap keluarga duka, itu sangat kita dukung dan apresiasi,” ucapnya.
Sementara sejumlah pegawai PTT dan GKD kepada posmetromedan.com, mengaku sangat berterima kasih atas kebijakan Bupati Nias Barat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Nias Barat, memang benar-benar beliau prorakyat dan sangat peduli dengan masyarakat,” ujar mereka. (*)
Reporter: Peringatan Gulo
Editor: Mangampu Sormin












