Kasus Guru Serahkan Murid Untuk Dicabuli Suami, Anggota DPR RI Ahmad Doli Minta Pelaku Dihukum Berat

oleh
Ahmad Doli Kurnia

POSMETRO MEDAN– Anggota DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, mengecam keras dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang anak yang diduga melibatkan seorang oknum guru sekolah dasar (SD) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Tanjungbalai.

Dilaporkan seorang oknum guru sekolah dasar (SD) diduga tega membawa dan menyerahkan muridnya sendiri, seorang anak berinisial A (12), kepada suaminya untuk dicabuli.

Menurut Doli, dugaan perbuatan yang menyeret pasangan suami istri tersebut merupakan tindakan yang tidak memiliki nilai kemanusiaan dan harus diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku.

BACA JUGA..  Harlah Ke-28, Pengurus Baru PKB Deliserdang: Semoga Semakin Besar dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

“Itu perbuatan biadab, tidak ada rasa kemanusiaan, suami istri itu harus dihukum seberat-beratnya,” tegas Doli dalam keterangannya. Kamis, (23/07/2026).

Politikus Partai Golkar itu meminta aparat kepolisian bergerak cepat dengan menahan para terduga pelaku serta mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“Saya meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menahan dan melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengetahui apakah ada pihak lain yang ikut terlibat dalam praktik kejahatan tersebut,” ujarnya.

Selain penegakan hukum, Doli juga meminta Pemerintah Daerah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID), serta instansi terkait segera memberikan pendampingan dan perlindungan kepada korban beserta keluarganya.

BACA JUGA..  Modus Ancam Beritakan Proyek, Dua Wartawan Gadungan Diduga Peras Korban

Menurutnya, pemulihan psikologis korban harus menjadi perhatian utama, di samping mengusut tuntas perkara pidananya.

“Pemerintah daerah, KPAID, dan instansi terkait harus segera mengadvokasi, mengevakuasi, serta memberikan penanganan terbaik kepada anak dan keluarga korban. Saya menduga perilaku seperti ini tidak terjadi hanya sekali dan kemungkinan sudah berlangsung cukup lama,” katanya.

Doli juga mengimbau para orang tua yang merasa anaknya pernah mengalami peristiwa serupa agar tidak ragu melapor kepada aparat penegak hukum maupun pihak sekolah.

BACA JUGA..  Walah ! Bupati Humbahas Akui Ada Salah Ketik Usai Disorot Fraksi Hanura

“Saya menghimbau kepada para orang tua, apabila mengetahui atau mencurigai anaknya pernah menjadi korban, segera laporkan kepada pihak berwajib atau pihak sekolah agar dapat ditindaklanjuti,” ucapnya.

Ia memastikan akan datang ke Kota Tanjungbalai dalam waktu dekat untuk memantau langsung penanganan kasus tersebut sekaligus memberikan dukungan agar proses hukum berjalan secara transparan dan korban memperoleh perlindungan yang maksimal.

“InsyaAllah dalam waktu dekat saya akan ke Tanjungbalai untuk membantu agar persoalan ini segera ditangani dengan baik,” pungkasnya. (dyka.p)

EDITOR : Putra