Amanda Manopo Diteror Cara Mistis

oleh
oleh
Amanda Manopo.

POSMETRO MEDAN – Aktris Amanda Manopo tengah menghadapi perselisihan dengan mantan karyawannya, terkait dugaan penggelapan uang senilai Rp3 miliar.

Di balik dugaan tindak pidana itu ,bintang sinetron Ikatan Cinta ini membeberkan bahwa dirinya sempat dikirimi berbagai teror mistis di kediamannya.

Teror tersebut mulai tercium, setelah Amanda melakukan pemecatan terhadap oknum manajemen tersebut.

Berdasarkan bukti CCTV, pelaku diketahui menaburkan tanah kuburan hingga melakukan ritual khusus di rumah Amanda.

“Ada bukti-bukti otentik yang di mana lewat dari video-video, dari CCTV rumah. Ternyata dia taruh tanah kuburan di rumah saya, dari minum yang saya minum ternyata itu pun didoa-doain, bahkan kayak dupa. Jadi rumah saya didupa-dupain,” ujar Amanda Manopo, belum lama ini.

BACA JUGA..  Amanda Manopo Datangi Polres

Meski demikian, Amanda mengaku sama sekali tidak merasa takut. Sebagai orang yang religius, ia menyerahkan segala perlindungan kepada Tuhan.

Namun, ia tak menampik bahwa tindakan pelaku sangat mengganggu kenyamanan orang-orang di sekitarnya.

“Kalau aneh-aneh sih puji Tuhan saya percaya sama Tuhan saya yang besar banget, jadi saya nggak percaya dengan hal-hal itu.

BACA JUGA..  Cindy Gulla Diduga Curang

Tapi kan ini juga namanya mengganggu ya, mengganggu orang-orang yang ada di rumah, tetangga-tetangga saya, itu udah buat saya jadinya malu sendiri bahkan,” tuturnya.

Motif di balik aksi mistis tersebut, rupanya didasari niat jahat untuk merusak kebahagiaan rumah tangga Amanda. Pelaku diduga ingin memisahkan Amanda dengan suaminya.

“Dia melakukan itu karena waktu itu saya memang ada punya hubungan sama suami saya sekarang, dan dia tuh ingin memecahin.

BACA JUGA..  Cindy Gulla Diduga Curang

Kalau misalkan saya cari tahu, kayak tanah kuburan menurut saya itu kayak mau mencelakai ya,” jelas Amanda.

Selain teror mistis, Amanda mengalami kerugian materiil yang fantastis, yakni mencapai Rp3 miliar dalam kurun waktu delapan bulan.

Uang hasil penggelapan tersebut diduga digunakan pelaku untuk berfoya-foya, mulai dari transaksi digital dalam jumlah besar hingga berlibur ke luar negeri dan mengunjungi kelab malam di Bali.(okz)