Rapat PPKM Level 3 Digelar Kepada Para Pelaku Usaha

oleh -138 views

POSMETROMEDAN.com Pemerintah Kabupaten Langkat melaksanakan rapat penerapan PPKM Level 3 untuk disosialisasikan kepada pelaku usaha, bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Jumat (13/8/2021).

Bupati Langkat Terbit Rencana PA, melalui
Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Langkat, Drs.H.Sukhyar Mulyamin, M.Si menjelaskan, surat edaran Bupati Langkat soal PPKM masih di berlakukan sampai saat ini.

“Mungkin sampai beberapa hari kedepan untuk menindak lanjuti intruksi Mendagri No.32 tahun 2021yang terbaru akan diatur teknisnya, tentang penerapan PPKM level 3 Kabupaten Langkat,” jelasnya.

“Kita berharap semua bisa bekerjasama, bahu membahu melaksanakan PPKM Level 3 ini, dengan harapan kasus akan segera turun hingga kita dapat beraktifitas seperti biasa,” harapnya menambahkan.

BACA JUGA..  OPD dan Camat se Kota Medan Diminta Pastikan 3T dan 5T Diterapkan 

Sembari menyampaikan, sebelumnya Pemkab Langkat sudah menindaklanjuti intruksi Mendagri No.11 tahun 2021, tentang perpanjang PPKM berbasis mikro, melalui surat edaran Bupati Langkat No.440-991/BPPBD/2021 tanggal 21 Mei 2021, tentang perpanjang PPKM berbasis pembatasan kegiatan Masyarakat.

Selanjutnya, Kapolres Langkat diwakili Kabag Ops Polres Langkat Kompol M.Arif Batu Bara, menjelaskan, intruksi Mendagri No.32 tahun 2021 tentang PPKM kreteria level 3 dilakukan dengan mempertimbangkan kreteria zonasi pengendalian wilayah, hingga tingkat RT/Dusun, dan kreteria level berdasarkan assemen sesuai pedoman yang ditetapkan Menteri Kesehatan.

Kompol Arif juga menyampaikan, pada PPKM level 3 ini pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen, kecuali untuk SDLB, MILB,SMPLB, MALB dan Paud.

BACA JUGA..  Gelora Langkat Sampaikan ke KPU, Miliki Pengurus di Kecamatan

Untuk sektor sssensial kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, keuangan, perbankan, logistik, perhotelan, pelayanan dasar, utilitas publik, obvitnas dan tempat menyediakan kebutuhan sehari- hari beroprasi 100 persen. Namun dengan peraturan jam operasional dan tetap menerapkan Prokes ketat.

Sedangkan pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barber shop, laundry, pedagang asongan, pasar loak, cuci kendaraan yang sejenisnya diizinkan buka dengan Prokes ketat yang di atur Pemda.

Pelaksanaan giat dipusat perbelanjaan/Mall/pusat perdagangan dengan cara pembatasan jam oprasional sampai pukul 20.00 wib, dan pembatasan kapasitas 50 persen pengunjung dengan prokes yang ketat.

Selanjutnya, pelaksanaan kegiatan ditempat kerja/Perkantoran diberlakukan 75 persen WFH, dan 25 persen WFO dengan Prokes ketat.

BACA JUGA..  Kejar Herd Immunity, Kapoldasu Salurkan 500 Dosis Vaksin di Pulau Tello Nisel

Untuk kegiatan pelaksanaan giat makan/minum di tempat umum, warung makan/warteg dan sejenisnya di izinkan buka dengan Prokes ketat.

Cafe dengan sekala kecil dapat melayani kapasitas 50 persen. Cafe dengan skala sedang dan besar yang berada di pusat perbelanjaan hanya boleh delivery.

Transportasi umum diberlakukan kafasitas 70 persen. Tempat ibadah maksimal 25 persen. Kegiatan olahraga diselenggarakan tanpa ada penonton. Kegiatan resepsi pernikahan dan hajatan maksimal 25 persen tidak ada hidangan ataupun makan di tempat. Pelaku perjalanan tranportasi jarak jauh menunjukan kartu vaksin dan menunjukan PCR H-2.(yan)

EPAPER