Keroyok Jukir, Robert Simanjuntak Dihukum 20 Bulan Penjara

oleh -185 views
VONIS : Robert Simanjuntak alias Bandot mendengarkan putusan di PN Medan.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Cekcok gegera uang parkir menggiring Robert Simanjuntak alias Bandot (69) ke jalur hukum. Setelah menjalani proses selama 6 bulan, dia akhirnya diganjar hukuman 20 bulan penjara.

Warga Jalan Bulan Kelurahan Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota itu bersama beberapa rekannya, terbukti bersalah mengeroyok seorang tukang parkir ditengah pasar.

Majelis hakim yang diketahui Dominggus Silaban menilai terdakwa Robert Simanjuntak terbukti bersalah melakukan penganiayaan, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 170 ayat (1) KUHP.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 8 bulan,” kata Hakim dalam amarnya sebagaimana dikutip dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Medan, Selasa (20/7/2021).

BACA JUGA..  Gagal Curi Kabel Listrik, Tukang Bangunan Digiring Warga ke Polsek Medan Baru

Hukuman tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ucok Yoantha yang meminta supaya terdakwa dihukum selama 2 tahun penjara.

Sementara itu, dalam sidang sebelumnya saksi korban Ageng Suroto hadir ke persidangan saat bersaksi atas peristiwa yang menimpa dirinya itu, menuturkan perkara itu terjadi pada Jumat tanggal 29 Januari 2021 sekira pukul 08.30 WIB.

Ageng yang mengaku sebagai tukang parkir resmi yang memiliki tiket bersiteru dengan Robert karena pembayaran uang parkir.

“Saya petugas parkir resmi, pas mau nagih sama konsumen dilarang sama terdakwa. Mereka ada empat orang menganiaya saya, dia paling tua, ikut mukul dia,” kata Ageng.

Tidak hanya Robert, Ageng mengaku sejumlah orang ikut mengeroyoknya karena masalah sepele tersebut hingga ia mengalami sejumlah luka di badan dan kepalanya.

BACA JUGA..  Lawan PT. BUK, Ratusan Warga Pagari Puncak 2000 Siosar

Usai mendengar keterangan saksi, majelis hakim yang diketahui Dominggus Silaban menanyakan kepada terdakwa yang mengikuti sidang secara daring, apakah benar ia melakukan pengeroyokan terhadap Ageng.

Namun Robert Simanjuntak  berdalih, kalau ia memukul Ageng bukan karena uang parkir. Melainkan karena Ageng merusak sapu miliknya.

“Karena dirusaknya sapu saya,” cetus Robert.

Sementara itu, dalam dakwaan Jaksa menuturkan perkara itu bermula pada hari Jumat tanggal 29 Januari 2021 lalu.

Ketika itu Ageng yang bekerja sebagai juru parkir di Jalan Bulan Pusat Pasar Medan, meminta uang parkir kepada supir mobil pick up yang parkir di tempat tersebut.

BACA JUGA..  Sodomi Anak Tetangga, Pelaku Suka Sejenis Sejak SMA

“Lalu supir tersebut mengatakan bahwa ianya telah memberikan uang parkir kepada Botak (belum tertangkap), sehingga Ageng menegur Botak dan terjadi keributan. Lalu datang terdakwa Robert sambil mengeluarkan pisau dari belakang pinggangnya namun pisau tersebut jatuh ke tanah,” kata Jaksa.

Selanjutnya, kata Jaksa, terdakwa bersama dengan dengan beberapa rekannya yakni Botak, Erik Dan Joni (masing-masing belum tertangkap) mendatangi Ageng dan langsung memukul dan menendang ke arah wajah hingga saksi korban terjatuh.

Kemudian saksi korban kembali ditendang dan dipukul berkali-kali oleh terdakwa dan ketiga temannya secara bersama-sama.(tbn)

EPAPER