Sadis! Kakek Digorok Ponakan, Jasadnya Dibuang ke Sumur

oleh -164 views
DISEMAYAMKAN: Jenazah Tatang Suhendar disemayamkan di rumah duka.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Korban diketahui bernama Tatang Suhendar (70). Kesehariannya, penduduk Lingkungan 11, Kelurahan Tanah 600, Medan Marelan, ini dikenal sebagai penggali kubur. Sementara pelakunya, Khairudin Siregar.

Pembunuhan bermula ketika korban melihat pemakaman yang ada di belakang rumahnya sekira pukul 17.00 WIB, untuk bersih-bersih jelang Hari Raya Idul Adha. Saat Tatang berkeliling di dekat makam, tiba-tiba Khairudin muncul sambil membawa parang.

Setahu kenapa, si keponakan langsung menyerang. Tatang pun roboh dengan beberapa luka bacok.

Setelah tergeletak di jalan, korban diseret ke samping rumah pelaku daerah kelapa sawit dan mengeksekusinya di dekat perladangan hingga tewas.

Korban penuh dengan luka bacok di leher dan di bagian perut. Hingga akhirnya dibuang pelaku ke sumur untuk menghilangkan jejak.

BACA JUGA..  18 Desa Level Berbahaya, 75 Desa Kawasan Waspada 

Namun, ada anak-anak yang melihat kejadian pembantaian tersebut hingga akhirnya warga beramai-ramai mendatangi rumah pelaku dan memukuli pelaku hingga babak belur.

Pascakejadian, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Tingkat II Medan untuk diautopsi. Sedangkan pelaku diserahkan ke pihak kepolisian guna menjalani pemeriksaan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Andi Rahmadsyah mengatakan, pelaku sudah dalam pengawasan pihaknya. Dimana, akibat amuk massa, pelaku harus menjalani perawatan di RS Bhayangkara medan.

“Korban sedang melintas di Gang Madrasah, Jalan Marelan Raya, Kelurahan Tanah 600, tiba-tiba diserang oleh terduga pelaku berinisial U menggunakan senjata tajam di bagian tubuhnya,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, menurut warga sekitar dan pihak keluarga korban, Khairudin selama ini diektahui memiliki gangguan jiwa. Kuat dugaan, penyakit Khairudin kambuh saat menyerang korban.

BACA JUGA..  Kapoldasu Perintahkan Kapolrestabes-Kapolres Cek SPBU

“Memang ada gangguan (jiwa) sedikit dengan pelaku, tapi biasanya tidak apa-apa,” kata Rizal, anak korban.

Lebih lanjut, perubahan perilaku Khairudin diduga buntut dari upayanya mendalami ilmu kebatinan. Sejak mendalami ilmu kebatinan itu.

Dia kerap melakukan tindakan di luar nalar, hingga akhirnya dianggap mengalami penyakit jiwa oleh warga dan keluarga.

Rizal, anak almarhum Tatang Suhendar tak menyangka Khairudin Siregar berbuat keji pada ayahnya. Selama ini, tidak ada masalah antara korban dan pelaku.

Pria yang juga menjabat Kepling di Lingkungan XI ini menyebutkan bahwa pelaku diduga ada gangguan jiwa, namun juga selama ini warga bisa berkomunikasi dengan pelaku.

BACA JUGA..  Polres Asahan Berhasil Ciduk 4 Pelaku Curas

“Diduga ada gangguan jiwa, tapi selama disini dia bisa saja normal, kalau diajak bicara dia mau. Dia juga pegang uang,” bebernya.

Rizal menyebutkan bahwa sampai hari ini keluarga tak mengetahui apa yang menjadi motif dari pelaku hingga tiba-tiba membunuh ayahnya.

“Saya juga tidak tahu motif pembunuhan dia itu apa. Belum ada dari keterangan dari polisi,” bebernya.

Keluarga juga sudah melaporkan pelaku ke Polsek Medan Labuhan pagi ini pasca dikuburkan pada, Senin (19/7/2021) malam.

“Karena adek kandung saya Sri Yuyun sudah buat laporan ke Polsek Medan Labuhan pagi ini. Ayah kami sudah dikebumikan sekitar pukul 20.45 WIB di kuburan yang dekat TKP semalam,” cetusnya.(bbs/ras)

EPAPER