Rumah Terbakar, Kakak Adik Tewas

oleh
oleh
Kakak beradik tewas dalam musibah kebakaran di Lampung.

POSMETRO MEDAN – Kakak adik tewas terjebak kebakaran yang menghanguskan kediaman mereka, Minggu (30/8/2026) dini hari.

Peristiwa ini terjadi di Desa Budi Aji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung.

Kepala Desa Budi Aji, Nurul Ihsan, mengungkapkan kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 02.00 WIB.

“Berawal tetangga mendengar suara pecahan kaca empat kali dan teriakan minta tolong sekali,” kata Nurul.

Mendengar hal itu, warga langsung berhamburan mendatangi lokasi.

Namun, saat tiba di tempat kejadian, kobaran api sudah membesar dan merambat cepat ke sejumlah ruangan.

BACA JUGA..  Warga Heboh! Mayat Pria Ditemukan Mengambang

Laporan resmi kebakaran diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Mesuji melalui layanan Call Center 112 sekitar pukul 02.44 WIB.

Menindaklanjuti laporan dari kades setempat, Regu C Damkarmat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung dikerahkan ke lokasi.

Kasat Pol PP Kabupaten Mesuji, Ronal menyebut petugas tiba di lokasi sekitar pukul 03.01 WIB saat api masih berkobar.

Di tengah upaya pemadaman, petugas mendapatkan informasi mengenai keberadaan kedua anak pemilik rumah, Ilham Purnomo (48).

BACA JUGA..  Jembatan Utama Rusak, Truk Sawit Terjun ke Sungai

“Kami mendapat informasi ada anak-anak yang terjebak di dalam rumah karena ditinggal oleh kedua orang tuanya. Tim kemudian melakukan evakuasi,” ujar Ronal menjelaskan detik-detik proses penyelamatan.

Petugas bergerak cepat melakukan pencarian di tengah kepungan asap dan kobaran api yang membakar bangunan berukuran 8 x 12 meter tersebut.

Naas, kedua korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Jadi ada dua korban meninggal dunia, satu laki-laki dan satu perempuan. Keduanya sudah dievakuasi oleh petugas,” jelas Ronal.

Untuk menjinakkan si jago merah, Damkarmat mengerahkan dua unit kendaraan pemadam, yakni Isuzu Truck 01 dan Hino 04.

BACA JUGA..  Kebakaran Sore Hari di Siantar, Kerugian Ditaksir Rp700 Juta

Proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan selama kurang lebih tiga jam menggunakan tiga tangki air.

Sekitar pukul 06.00 WIB, kondisi di lokasi akhirnya dinyatakan aman dan terkendali.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, musibah kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik.

Meski demikian, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak terkait.

“Untuk penyebab sementara diduga akibat korsleting listrik. Kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 300 juta,” pungkas Ronal.(bbs)