Polsek Medan Kota Belum Tangkap Komplotan Preman Penganiaya Jukir

oleh -1.973 views
KORBAN : Ageng Santoso saat membuat pengaduan di Polsek Medan Kota, Jumat Jumat (29/1/2021).(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Personel Unit Reskrim Polsek Medan Kota tidak kunjung menangkap komplotan preman penganiayaan juru parkir (Jukir) di eks terminal Pusat Pasar Medan, Jumat (29/1/2021).

Padahal, para pelaku selalu terlihat di sekitar eks terminal Pusat Pasar. Para preman berkedok organisasi pekerja di Pusat Pasar itu semakin meresahkan.

“Baru-baru ini ada diperiksa bang. Pelaku masih ada,” ujar korban Ageng Santoso (37) saat ditanya POSMETRO MEDAN terkait perkembangan kasusnya, belum lama ini.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota mengaku sudah mengatensikan kasus ini kepada anggotanya.

“Sabar ya bang, sudah saya atensi sama anggota,” ujar melalui pesan WhatsApp kepada POSMETRO MEDAN, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA..  Puluhan Kilo Sabu dan Inex Diamankan di Perairan Asahan

Diberitakan sebelumnya, komplotan preman di Pusat Pasar mengeroyok salahsatu jukir yang mengutip parkir secara legal di eks Terminal Pusat Pasar Jalan Bulan, Medan, Jumat (29/1/2021).

Adalah Ageng Santoso (37) yang menjadi korban kebrutalan preman-preman itu. Korban merupakan warga Jalan Tangguk Bongkar II Medan.

Ceritanya, pagi itu para jukir legal yang dilengkapi badge dari Dinas Perhubungan Kota Medan mengutip retribusi parkir.

Salahsatunya korban yang juga anggota Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kelurahan Pusat Pasar Medan.

Namun para preman pimpinan pria berinisial SM mengutip parkir secara ilegal juga di lokasi itu.

BACA JUGA..  Polres Labuhanbatu Tangkap Lepas Oknum Ormas Penganiaya Warga

Merasa dirinya legal mengutip parkir di kawasan itu, korban menegur para jukir liar tersebut.

“Jangan gitu lah lae, kan kami yang ngutip (parkir) disini,” ujar korban kepada salahsatu jukir liar.

Tak terima, para jukir liar yang bernaung dalam F.SPTI – K.SPSI Kelurahan Pusat Pasar itu langsung mengeroyok korban hingga babak belur.

Bahkan, salah seorang pelaku sempat akan menikam korban.

“Pisau nya terjatuh, makanya nggak sempat (pelaku menikam). Kawan-kawan jukir legal yang lain kemudian melerai,” jelas korban saat ditemui di Polsek Medan Kota.

“Ada empat orang yang mengeroyok saya pak. Robet Simanjuntak alias Bandot, Juan. Dua lagi saya lupa namanya,” sambungnya.

BACA JUGA..  Pembunuhan di Kuburan China, Korban Dihabisi Kekasih Sejenis

Akibat penganiayaan beramai-ramai itu, pipi korban bengkak, mata lebam dan luka lecet lainnya pada tubuh korban.

Tak terima, korban kemudian membuat pengaduan ke Polsek Medan Kota.

“Laporan sudah diterima dengan Nomor: STTLP/51/K/I/2021/SPKT/Sek Medan Kota, Tanggal 29 Januari 2021. Saya mohon polisi untuk segera menangkap para pelaku,” harap korban.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota saat itu, Iptu Ainul Yaqin mengaku sudah menerima laporan korban.

“Sedang kita lidik ya,” ujarnya, Jumat (29/1/2020).(gib)

 

 

EPAPER