Impian Penyandang Disabilitas Miliki SIM D, Di RDP Kan Polres Langkat

oleh -111 views

POSMETROMEDAN.com Impian Taufiq (31) untuk memiliki surat izin mengemudi khusus penyandang disabilitas (SIM D) menemukan titik terang.

Titik terang itu diketahui, setelah dilakukannya rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kasat Lantas Polres Langkat, di Aula Sat Lantas Polres Langkat, Stabat, Senin (26/7/2021).

Pada RDP, Warga Dusun II Desa Namotongan, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat itu menyampaikan harapannya.

Dirinya sangat menginginkan SIM D, salah satu alasannya untuk mengantarkan ibunya berobat ke Medan setiap minggunya, menggunakan mobil.

“Tiap minggu saya selalu mengantar ibu saya berobat ke Medan. Jadi, saya sangat butuh SIM D itu, agar saya punya legalitas mengemudi di jalan raya,” harapnya didepan Kasat Lantas.

Menyikapi hal itu, Kasat Lantas Polres Langkat AKP Ali Umar S, menjelaskan, Perpol No.5 Tahun 2001 yang mengatur pengurusan SIM bagi penyandang disabilitas memang ada, tetapi mekanismenya masih dipelajari.

BACA JUGA..  Tidak Ada Razia & Memeriksa Surat - Surat Pada Patuh Toba 2021

Selanjutnya, Ia mengatakan, bahwa Taufiq belum mendaftar untuk ngurus SIM D. Kalau nanti sudah mendaftar, akan diajukan ke pimpinan.

“Dari RDP ini, hasilnya kemudian diajukan lagi, apa tanggapan pimpinan, kalau nanti perintah dikeluarkan kita keluarkan,” katanya.

Kemudian, orang nomor satu di Sat Lantas Polres Langkat itu, memaparkan persyaratan untuk mendapatkan SIM. Yakni KTP, surat keterangan dokter dan psikolog. Kemudian syarat ini dilampirkan pemohon SIM, lalu dilakukan pengujian. Jika lulus, baru masuk ke mikanisme SIM, yakni pembayaran.

“Kalau ini semua selesai, baru SIM bisa diterbitkan,” tandasnya.

BACA JUGA..  Santri Darul Mursyid Raih Prestasi di  Otonas 2021

Di kesempatan yang sama, pendamping disabilitas Kabupaten Langkat, Lisza Megasari mengatakan, untuk mengurus SIM D seharusnya mengacu pada peraturan yang mengarah kepada penyandang disabilitas, bukan pada peraturan tentang SIM C, SIM A maupun yang lainnya.

Wanita yang biasa disapa Mega itu pun menyampaikan, sudah banyak penyandang disabilitas di Indonesia mendapatkan SIM D.

“Jangan langsung divonis oh tidak punya tangan, tapi lihat dahulu kemampuannya. Jadi harus dilakukan pengujiannya. Perlu dihadirkan dokter dari distabilitas, dan rekomendasi organisasi distabilitas, khususnya untuk Taufiq dan rekan-rekan,” tandasnya.

Sementara, Ketua PWI Langkat M Darwis Sinulingga saat turut mengikuti RDP. Ia mengatakan, Taufiq tidak bisa menggunakan kenderaan yang dimodifikasi. Dia cukup mahir untuk mengemudi kendaraan standar.

BACA JUGA..  Spanduk & Buk Sisi Digagas Pemkab Langkat Untuk Melayani Masyarakat

“Mobil Truk pun bisa dikemudikannya. Bahkan, mengemudikan truk dari Pekan Baru ke Medan juga kerap dilakukannya,” jelasnya.

“Ini merupakan hal yang luar biasa. Untuk itu, atas dasar moral dan kemanusiaan, kasus ini harus bisa dilakukan pendalaman. Khususnya pengurusan SIM D bagi penyandang disabilitas, baik untuk Taufiq dan disabilitas lainnya,” tandasnya menambahkan.

Diketahui dari kesimpulan RDP ini, akan segera dilakukan penanganan khusus bagi penyandang disabilitas yang ingin mengurus SIM D di Langkat. Seperti menyediakan dokter dan psikolog khusus.

RDP turut dihadiri tim dari Indonesia Safety Driving Center (ISDC) Bobby Saragih dan Taufik, beberapa personil Sat Lantas Polres Langkat dan awak media baik online maupun cetak. (yan)

EPAPER