POSMETRO MEDAN – Semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian penting dari karakter masyarakat Indonesia dinilai mulai tergerus seiring perubahan zaman dan meningkatnya pola hidup individualistis khususnya di kawasan perkotaan.
Fenomena tersebut menjadi salah satu perhatian Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PKS, Datuk Iskandar Muda, A.Md, saat menyampaikan materi dalam kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Sidorukun, Kelurahan Pulo Brayan II, Kecamatan Medan Timur, Minggu (9/8/2026).
Datuk Iskandar Muda mengatakan, perkembangan kehidupan perkotaan membuat masyarakat semakin sibuk dengan aktivitas dan urusan masing-masing. Kondisi tersebut, jika tidak diimbangi dengan kepedulian sosial, dikhawatirkan membuat hubungan antarwarga semakin renggang.
“Jangan sampai kita tinggal berdekatan dan bertetangga, tetapi tidak lagi saling mengenal dan tidak peduli dengan kondisi lingkungan. Ini yang harus kita cegah,” katanya.
Menurutnya, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara atau dihafalkan dalam kegiatan formal. Nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui semangat gotong royong.
Ia mencontohkan, gotong royong dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan tempat tinggal, seperti membersihkan lingkungan bersama, membantu warga yang sedang mengalami kesulitan, menjaga keamanan lingkungan hingga berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
“Gotong royong adalah salah satu bentuk nyata pengamalan Pancasila. Tidak harus menunggu kegiatan besar. Dari lingkungan kita sendiri saja sudah bisa dimulai,” ujarnya.
Datuk Iskandar Muda juga mengingatkan bahwa masyarakat perkotaan tidak boleh kehilangan karakter sosial hanya karena perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup.
Menurutnya, teknologi seharusnya menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian masyarakat, bukan justru membuat warga semakin sibuk dengan dunia masing-masing.
“Pancasila jangan hanya menjadi slogan. Nilainya harus hadir dalam kehidupan kita. Saling membantu, peduli kepada tetangga, menjaga persatuan dan menyelesaikan persoalan bersama adalah bagian dari pengamalan Pancasila,” tegasnya.
Ia berharap budaya gotong royong dapat kembali diperkuat mulai dari tingkat keluarga, lingkungan, RT hingga kelurahan. Dengan kebersamaan yang kuat, berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat dinilai dapat diselesaikan secara bersama-sama.
“Kalau masyarakat kompak, persoalan di lingkungan akan lebih mudah diselesaikan. Karena itu, mari kita hidupkan kembali budaya gotong royong dan jangan biarkan perubahan zaman menghilangkan karakter kebersamaan kita,” pungkasnya. (*)
Editor: Ali Amrizal












