Video Mesum Beredar, Pemerannya Anak Dairi

oleh -2.422 views
PAPARKAN : Polres Dairi memaparkan tersangka KS.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Seorang pria di Kabupaten Dairi, berinisial KS (20) ditangkap karena mencabuli remaja 15 tahun berinisial BS. Kasus ini terungkap setelah video mesum keduanya beredar di media sosial.

Kasubag Humas Polres Dairi, Iptu Doni Saleh mengatakan laporan bermula pada Minggu (21/3/2021) sekira pukul 14.00 WIB. Awalnya kakak korban VS sedang membuka akun Facebook miliknya.

“Kemudian dia terkejut karena melihat video adiknya bunga diposting sedang bersetubuh dengan seorang laki-laki yang bernama KS,” ujar Doni, Rabu (31/3/2021).

BACA JUGA..  BNNP Sumut Musnahkan Barang Bukti 16.552,2 Gram Ganja

Selanjutnya VS melaporkan kejadian ini ke ayahnya. Selanjutnya bersama keluarganya dia melaporkan peristiwa ini ke Polres Dairi.

“Menerima laporan itu Sat Reskrim Polres Dairi langsung mengamankan pelaku,” ujar Doni.

KS diamankan dari rumahnya di Dusun Lumban Harianja, Desa Kutatengah, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi. Turut diamankan barang bukti berupa jaket merah, celana warna merah, bra warna putih, celana panjang warna hitam, dan satu unit ponsel.

BACA JUGA..  Ramadhan Bulan Penuh Kasih, Warga Silalahi Sabungan Bersihkan Mesjid

Persetubuhan antara korban dan tersangka dilakukan sebanyak dua kali di ladang. Hubungan intim tersebut sengaja direkam dengan dalih buat kenang-kenangan.

Dimana, KS bisa melihat kembali adegan itu jika rindu dengan korban. Bangga atas perbuatannya, video tersebut ditunjukkan kepada temannya. Dan oleh temannya tersebut, KS diminta mengirimnya lewat ponsel.

Tanpa berpikir panjang, permintaan itu pun dipenuhinya hingga akhirnya video tersebut tersebar di jejaringan sosial.

BACA JUGA..  Gawat! Mahasiswa USU Jual Ganja di Kampus

“Bukan dia (KS) yang posting, tapi kawannya. (Video itu) ditunjukkannya ke kawannya. Kawannya bilang, kirim lah ke hp-ku. Dikirimnya,” katanya.

Atas pencabulan tersebut, tersngka dikenakan UU perlindunagn anak Pasal 81 ayat (2) jo Pasal 76D dari undang- undang Nomor 17 Tahun 2016.

“Maksimal hukumannya 15 tahun penjara,” pungkas Doni.(bbs/ras)

 

 

EPAPER