Bupati Madina Siapkan Pengungsian Warga Dampak PT SMGP

oleh
Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution (kanan).(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com-Akibat kebocoran gas beracun milik PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), Pemkab Mandailing Natal (Madina) terpaksa mengungsikan sebagian warganya.

Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, memerintahkan jajarannya untuk membantu fasilitas dan kebutuhan masyarakat yang meninggalkan Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Lembah Puncak Sorik Marapi.

Data sementara, ada sebanyak 143 orang warga yang terdiri dari 23 kepala keluarga (KK) mengungsi dari lokasi kebocoran pipa gas yang mengeluarkan racun di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Madina.

“Saya sudah perintahkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas sosial (Dinsos) untuk bekerja maksimal menangani pengungsi. Kebutuhan warga harus dipenuhi,” ujar Dahlan Hasan Nasution, Selasa (26/1/2021).

Dahlan menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Madina akan menyiapkan lokasi pengungsian. Selain di Masjid Agung Nur Ala Nur, Pemkab Madina juga menyiapkan lokasi pengungsian lainnya di Bagas Godang hingga rumah dinas Bupati Madina.

BACA JUGA..  Angin Kencang Tumbangkan Tiang Sutet dan TM PLN di Serdang Bedagai

”Apabila masjid ini tidak dapat menampung masyarakat yang mengungsi, nanti bisa ditempatkan di Bagas Godang. Bila perlu para orangtua kita diungsikan ke rumah dinas bupati. Penanganan ini harus dimaksimalkan. Jangan ditelantarkan,” titahnya.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan operasional PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Madina dihentikan polisi sementara. Hal itu dilakukan untuk proses penyelidikan penyebab kebocoran pipa gas beracun yang menyebabkan 5 orang tewas dan puluhan lainnya pingsan, Senin (25/1/2021).

“Untuk sementara seluruh kegiatan di PT SMGP dihentikan,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Selasa (26/1/2021) di Mapolda Sumut.

Saat ini, tim dari Polres Madina dibantu penyidik Polda Sumut sudah berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Selain itu, lokasi kebocoran gas sudah dipasangi police line.

“Langkah ini untuk sterilisasi lokasi guna proses penyelidikan,” ujarnya.

BACA JUGA..  Terdakwa Pencurian Kabur Usai Sidang di PN Binjai

Sebelumnya, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution marah besar. Ia berencana melaporkan perusahaan panas bumi PT SGMP ke polisi setelah lima warganya tewas keracunan gas akibat pipa perusahaan itu bocor, Senin (25/1/2021).

Bupati menilai perusahaan memang selama ini tak kooperatif dengan pemerintah daerah terkait urusan Amdal dan keselamatan warga sekitar.

“Saat sidak terkait urusan Amdal dan keselamatan warga sekitar, pemerintah daerah kerap tak mendapat izin masuk apalagi melakukan pemeriksaan ke dalam lingkungan perusahaan panas bumi,” kata Dahlan Hasan Nasution usai menjenguk para korban di RSUD Panyabungan.

Diketahui, proyek pembangunan power plant pembangkit listrik tenaga panas bumi di Mandailing Natal (Madina) memakan korban.

Puluhan orang pingsan akibat menghirup gas beracun, 6 orang diantaranya meninggal dunia.

Penyebaran gas beracun ini terjadi di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Madina, Senin (25/1/2021) siang.

BACA JUGA..  Calo Tiket Nonton Timnas - Vietnam Panen, Patok Harga Rp 300-400 ribu

Akibatnya, sedikitnya 24 warga pingsan karena mencoba menutup sumur yang mengeluarkan gas beracun.

Sementara lima warga lainnya bernama Suratmi (46), Kaila Zahra (5), Yusniar (3), Dahni, Syahrani (14), meninggal dunia serta seorang personil polisi Aipda Lestari Sinaga dirawat di rumah sakit.

Terpisah, Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution mengungkap jika korban meninggal dunia bertambah menjadi 6 orang.

“Ini merupakan informasi sementara. Korban lainnya masih dirawat di rumah sakit,” ujar Dahlan Hasan Nasution, Senin (25/1/2021) malam.

Di antara enam korban meninggal tersebut, satu di antaranya seorang bayi.

“Ada seorang bayi yang menjadi korban meninggal dunia. Bayi tersebut dibawa orang tuanya saat berladang di sawah,” ucap dia sembari menambahkan, korban pingsan sudah ada yang siuman namun belum sadar total.(bbs)