Proyek Gas PT SMGP Beracun, Puluhan Warga Pingsan, 6 Diantaranya Meninggal

oleh

POSMETROMEDAN.com – Proyek pembangunan power plant pembangkit listrik tenaga panas bumi di Mandailing Natal (Madina) memakan korban.

Puluhan orang pingsan akibat menghirup gas beracun, 6 orang diantaranya meninggal dunia.

Penyebaran gas beracun ini terjadi di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Madina, Senin (25/1/2021) siang.

Hingga berita ini diturunkan redaksi, polisi masih melakukan pengusutan.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menjelaskan, proyek ini dikerjakan oleh PT Sorik Merapi Geothermal Plant (SMGP) dan telah berjalan selama 80 persen.

Kemarin, pekerja bernama Deden Dermawan membuka kran master palep untuk mengalirkan panas bumi atau fluida ke pipa sbend. Ia membuka kran isolasi palep panas bumi atau fluida mengalir ke silencer.

BACA JUGA..  Atlet Golf Putri Diculik

Saat pipa kran isolasi dibuka, yang keluar justru gas berancun. Warga yang mengetahui itu mendatangi pekerja dan memberitahukan agar menutup kran isolasi karena telah mengeluarkan gas beracun dari sumur T02 milik PT SMGP tersebut.

Akibatnya, sedikitnya 24 warga pingsan karena mencoba menutup sumur yang mengeluarkan gas berancun.

Sementara lima warga lainnya bernama Suratmi (46), Kaila Zahra (5), Yusniar (3), Dahni, Syahrani (14), meninggal dunia serta seorang personil polisi Aipda Lestari Sinaga dirawat di rumah sakit.

“Untuk para korban yang pingsan dilarikan ke Puskesmas di Desa Sibanggor Jae, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal,” ujarnya.

BACA JUGA..  Heboh Ledakan di Komplek Grand Polonia, 3 Orang Luka

Akibat jatuhnya korban jiwa untuk sementara lokasi proyek ditutup Polres Madina.

“Untuk tindakan yang dilakukan melakukan pengecekan dan olah TKP dan memasang garis polisi. Lalu untuk korban yang meninggal dunia telah dibawa ke RSUD Panyabungan untuk dilakukan otopsi,” ujarnya.

Humas Polres Mandailing Natal, Bripka Yogi Yanto menyampaikan, korban yang tidak sadarkan diri dibawa oleh petugas dari PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) ke rumah sakit terdekat.

“Petugas dari Polres Madina juga sudah turun untuk melakukan penyelidikan. Sejumlah warga dimintai keterangan dalam kapasitas sebagai saksi. Petugas kita juga melakukan pengamanan di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi,” ujarnya.

BACA JUGA..  Jadi Saksi Sidang Kasus OTT Diskominfo, Kadis Sebut Kordinasi Internet Satu Arah ke Wali Kota Tebingtinggi

Terpisah, Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution mengungkap jika korban meninggal dunia bertambah menjadi 6 orang.

“Ini merupakan informasi sementara. Korban lainnya masih dirawat di rumah sakit,” ujar Dahlan Hasan Nasution, Senin (25/1/2021) malam.

Di antara enam korban meninggal tersebut, satu di antaranya seorang bayi.

“Ada seorang bayi yang menjadi korban meninggal dunia. Bayi tersebut dibawa orang tuanya saat berladang di sawah,” ucap dia sembari menambahkan, korban pingsan sudah ada yang siuman namun belum sadar total.

Dahlan mengaku masih belum mengetahui secara pasti penyebab dari warga yang mengalami keracunan tersebut. Pihaknya sudah menurunkan petugas untuk mengetahui penyebab keracunan.(bbs/ras)