Viral Remaja Masjid Hancurkan Tempat Judi

oleh -104 views
SCREENSHOT: Tangkapan layar video remaja masjid menghancurkan lokasi judi tembak ikan di Sergai.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Video yang memperlihatkan sejumlah orang diduga merusak tempat judi tembak ikan beredar di media sosial. Dalam video tampak sejumlah pria berada di dalam sebuah ruangan. Mereka terlihat merusak beberapa benda menggunakan kayu.

Pengunggah menyebut peristiwa dalam video itu merupakan penghancuran tempat perjudian di Pantai Cermin, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut. Pengunggah menyebut tempat judi itu sudah pernah didemo untuk ditutup.

“Penghancuran oleh remaja masjid Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, di tempat perjudian yang udah didemo tapi tetap dibuka,” demikian tulis pengunggah.

Polisi mengatakan telah mendapat informasi soal peristiwa itu. Polisi bakal mengecek kebenaran peristiwa yang viral itu. Informasi diperoleh, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, (8/11/2020) malam.

“Saya juga baru dapat info. Sudah sering kita razia tapi masih membandel, di Sergai, akan kita razia lagi,” kata Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Pandu Winata.

Pandu menyebut pihaknya sudah sering melakukan razia di tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi perjudian. Menurutnya, beberapa lokasi masih membandel dan tetap buka.

“Ya nggak wilayah Pantai Cermin saja, kemarin kita juga berhasil tangkap judi sejenis di Gempolan,” sebut Pandu.

Terpisah, kepada wartawan, Kepala Desa Kota Pari, Abdul Khair membenarkan adanya aksi yang dilakukan oleh warganya itu. Namun saat kejadian dirinya sedang di rumah alias tidak datang ke lokasi. Ia baru tahu keesokan harinya dari warga lainnya.

“Kepala Dusun pun enggak tau makanya saya juga enggak tahu saat itu. Besoknya baru dibilang sama warga kalau ada yang demo. Rumah saya di dusun 9 jadi jauh dari lokasi itu. Warga sudah banyak yang ngeluh memang,” ujar Abdul Khair, Selasa (10/11/2020).

Menurut Abdul Khair, lokasi judi tembak ikan itu ada di rumah warganya bernama Ahok. Ia memperkirakan sudah sekitar setengah tahun beroperasi.

“Awalnya bilyar di situ baru kemudian dibuat seperti itu (ada mesin judi tembak ikan). Siapa dibelakang Ahok, ya kita juga enggak tau. Keluhan masyarakat sering juga. Katanya sih buka 24 jam,” kata Abdul Khair.

Dalam kasus ini, Abdul Khair mengakui kalau mereka juga sudah pernah berkordinasi dengan pihak kepolisian. Apa-apa yang dikeluhkan juga sudah disampaikan kepada Bhabinkamtibmas.

Meski sudah berupaya untuk dapat melakukan penutupan namun tetap saja kenyataannya lokasi masih tetap buka.

“Sama anggota Polsek ya sudah kita sampaikan. Ya tindaklanjutnya ya gitu cuma tetap aktif. Di desa kami hanya itu saja yang ada seperti itu yang lainnya tidak ada,” kata Abdul Khair.(bbs/trm/ras)