Menyayat Hati! Pasien Kritis Ditolak RSKP, Wali Kota Tebingtinggi Sebut Drama Politik

oleh
Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih saat menyatakan pasien kritis ditolak RSKP merupakan drama politik.(SCREENSHOT/FACE BOOK/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN-Pernyataan menyayat hati datang dari mulut Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih.

Pria yang akrab disapa Dian itu mengatakan, pasien miskin yang ditolak berobat oleh RSUD dr H Kumpulan Pane (RSKP) beberapa waktu lalu merupakan sandiwara politik.

Pernyataan itu diungkapkan Dian saat apel ASN di RSUD dr H Kumpulan Pane Tebingtinggi, Senin (19/1/2026) lalu.

Kata-kata Dian itu terekam dalam video pendek dan diunggah oleh akun facebook Pemko Tebing Tinggi dan akun facebook pribadi Wali Kota Tebing Tinggi, Irdian Saragih.

Bukan hanya itu, Dian juga mengancam akan memecat siapa saja ASN yang terlibat dalam permainan politik.

Video tersebut kemudian menyebar dan memantik amarah warga. Berbagai komentar pedas mengkritik sikap wali kota dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Bahkan, pemilik ambulance, Acai Sembada yang meminjamkan kendaraannya kepada pasien ikut berkomentar di akun pribadi sang wali kota.

“Bpk wali yg terhormat, ambulance milik sy pribadi, tdk ada sekenario spt yg bpk sebutkan. Sy pribadi menggerakkan membantu org dgn hasil keringat sy. Tdk ada bantuan dr siapapun…. Jd bpk wali jgn kaitkan dgn politik niat baik sy menolong org, bahkan sampai detik ini warga nenek yg sakit msh sy antar jemput untuk cuci darah menggunakan ambulance sy. Mana peran pemerintah.???” Komen akun Teddy Lim atau yang biasa dipanggil Acai Sembada.

“Bpk wali kota yg terhormat. Ambulance yg bapak sebut. Itu milik saya pribadi. Dan sy yg bawa pasien tanpa memungut biaya bahkan sampai saat ini sy yg antar pasien untuk cuci darah ke rm sakit stevari. Tanpa saya ambil biaya sepeser pun,” sambungnya.

“Pak wali, km gak butuh pengakuan dr sp pun. Pesan sy, tlg peran pemerintah untuk org kelas bawah lebih dinperhatikan….!!!! Pernyataan bpk sangat menyayat hati, semoga bpk selalu di berkati , .!!! Para netizen , sy Acai sembada pemilik ambulance peduli kasih, menyatakan tdk ada sekenario dan tdk ada pungutan biaya apapun dlm kegiatan sosial yg saya lakukan. Sy kerjakan dgn ihklas dan tulus,..dari uang hasil keringat sy halal, bukan dr uang korup,  dan sy tdk tertarik dgn politik, pak wali, jd tlg jgn kaitkan kegiatan sosial kami dgn politik…!!!!

“Hanya tuhan yg tau pak. Sy yg punya ambulance. Jgn bpk campur aduk kan niat baik kami dgn politik.”

Terakhir Teddy Lim mengomentari: “Pak wali seorang pemimpin. Jgn memfitnah”. pungkasnya.

Komentar pedas senada datang dari akun Anggi Johan. Dia mempertanyakan skenario politik yang dimaksud Wali Kota Tebingtinggi.

“Izin bapak walikota terhormat, disini tidak ada skenario apapun pak, yg terjadi penolakan itu real, tidak ada sangkut pautnya dengan pemerintah, dan kami tidak DIPUNGUT BIAYA, saya yang mengantar nenek Suliyem bahkan sampe detik ini kita antar tanpa biaya sepeserpun, boleh tanya juga sama masyarakat yang tinggal daerah sungai mati kami mengantar beliau juga untuk cuci darah tanpa membayar ambulance kita, kalau bapak sebagai pemimpin seharusnya bapak tegas tidak akan terjadi seperti kejadian lansia ditolak di RS kumpulan pane, kalau bapak tegas bukan mendengar 1 pihak tanpa bapak bertanya dengan kita dilapangan. Dan 1 lg saya sampaikan pak irdian sebagai walikota Tebingtinggi untuk tidak berbicara sembarangan tanpa bapak tau gimana dilapangan 🙏.” komen Anggi Johan.

Kritik lain datang dari akun Parhusip Ari Banua.

“Kalo dalam hal ini, Saya lihat dari sudut pandang saya, Janganlah kalimat ambulance sampai di arahkan sebagai skenario alat poltisasi pak, Ini menyangkut dengan nyawa manusia & niat tulus seseorang dalam membantu. Seharusnya bapak lebih mengarah ke pembinaan SDM pelayanan tenaga medisnya menuju ke pelayanan prima. Seperti memberikan seminar langsung dalam bentuk kuliah umum pelayanan masyarakat di aula RSKP mungkin itu lebih efektif membangun rasa empati petugas medis dalam melayani masyarakat”.

Belakangan, video tersebut sudah dihapus dan tidak tampak lagi di akun facebook Pemko Tebing Tinggi. Namun, di akun facebook pribadi Wali Kota Tebing Tinggi video tersebut masih ada.

Hingga berita ini diturunkan, Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih belum berhasil dihubungi.(*)

EDITOR: Putra