Spesialis Jual Sabu ke Supir Truk, Security PT Mitra Enjenering Diciduk

oleh -127 views

POSMETROMEDAN.com – Franky Setiawan Sipayung (22) warga Dusun I, Desa Perbahingan, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai ditangkap tim Kriminal Anti Bandit (Tekab) Polsek Kotarih, Polres Serdang Bedagai.

Pria spesialis penyedia sabu untuk para Supir Truk itu diamankan di jalan umum Dusun II, Desa Perbahingan, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (24/10/2020) sekira pukul 11.00 Wib.

Dari tangan Security tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa 1 buah kotak berisikan 2 plastik klip tranparan berisikan diduga narkotika jenis sabu, 1 buah pipet ujungnya runcing, serta uang tunai Rp305.000 merupakan hasil penjualan natkotika.

BACA JUGA..  Pencurian Arus Listrik di Eks Pusat Pasar Berlanjut, PLN Medan Lamban dan Terkesan Membiarkan

Kepada petugas bapak satu anak ini mengaku sudah 5 bulan lamanya melakukan aktifitas menjual belikan narkotika jenis sabu kepada para Supir truk maupun pelanggannya.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robin Simatupang didampingi Kapolsek Kotarih IPTU D. Panjaitan kepada wartawan, Minggu (25/10) mengatakan penangkapan kepada tersangka Franky berdasarkan laporan dari masyatakat yang resah melihat aktifitas tersangka.

BACA JUGA..  Tidak Mau Diajak Tidur, Carlos Hutasoit Aniaya Boru Nababan Selingkuhannya

Atas laporan tersebut Tekab Polsek Kotarih melakukan penyelidikan dipimpin Kanit Reskrim IPDA H. Sinaga dan melihat gerak gerik pelaku dengan gelagat mencurigakan.

Merasa curiga tersangka sempat akan membuat barang bukti dari saku celananya namun dengan kesigapan petugas, pelaku langsung diamankan oleh Petugas.

“Tersangka merupakan Karyawan PT. Mitra Injenering Perbahingan, Tersangka sering menjual narkoba kepada para supir, aksinya sudah 5 bulan lamanya ia kerjakan,”ungkap AKBP Robin.

BACA JUGA..  Korban Penipuan Wisata Rohani ke Yerusalem Datangi Polrestabes Medan

“Tersangka bersama barang bukti sudah di amankan di Sat Res narkoba untuk proses hukum, Tersangka kita jerat Pasal 114 subs 112 UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun Penjara,”ucapnya. (gib)