Buka Toko Online Fiktif, Anak Medan Ditangkap Poldasu Setelah Raup Ribuan Dolar

oleh -112 views

POSMETROMEDAN.com – Bisnis toko online fiktif menjual sepeda sport yang digeluti RC sukses membuatnya meraup ribuan dolar AS. Keuntungan tersebut diperolehnya dari warga Turki.

Itu dikuak oleh Direktur Kantor Hukum Retorika, Rasinta Surbakti, selaku kuasa hukum Mr Bulent Serdar Ulusal (36) selaku korban. Dimana, Bulent melaporkan kasus penipuan penjualan sepeda sport (road bike) online fiktif tersebut ke Polda Sumut pada 1 September 2020.

Terkait kronologis kejadian, Rasnita menuturkan, modus yang dilakukan pelaku ini terhadap kliennya yakni RC menawarkan produk penjualan sepeda (road bike) lewat website www.fastracycles.com yang berbahasa inggris.

BACA JUGA..  Puluhan Rumah Terbakar di Belawan 

“Pada Juli 2020, terduga pelaku menawarkan 1 unit sepeda seharga 5400 dolar AS atau berkisar Rp79 juta dan mengirimkan uangnya lewat transfer ke rekening tersangka,” kata Rasnita.

Setelah korban mentransfer uangnya ke rekening pelaku namun pelaku tidak langsung mengirimkan sepeda tersebut kepada konsumennya, dengan alasan kalau beli satu unit sepeda pajaknya mahal, sedangkan beli dua unit sepeda akan dapat diskon dan bebas pajak.

“Karena tergiur dengan tawaran dari terduga pelaku maka korban membeli satu unit lagi sepeda baru seharga 3150 dolar AS atau seharga Rp44 juta dan mentransfernya ke rekening terduga pelaku,” beber Rasnita.

BACA JUGA..  Gubernur Tinjau Lokasi Banjir di Medan - Deli Serdang, Siapkan Pengungsian Sementara Bagi Ribuan Warga Terdampak

Namun, tambah Rasnita, setelah korban membeli dua unit sepeda ternyata terduga pelaku tidak mengirimkan sepeda tersebut ke alamat rumah korban di Kota Istanbul, Turki.

Selanjutnya, korban menghubungi terduga pelaku dan membatalkan pembelian sepeda tersebut sekaligus meminta agar uangnya dikembalikan.

Begitu mengetahui bahwa korban membatalkan pembelian dan meminta uangnya dikembalikan, terduga pelaku berjanji akan mengembalikan uangnya dan meminta tempo 30 hari ke depan untuk mengembalikan uang korban.

“Ternyata, setelah 30 hari berlalu, terduga pelaku tidak mengembalikan uang korban sehingga korban meminta perlindungan hukum ke Kantor Hukum Retorika untuk menyelesaikan kasus tersebut. Selanjutnya, kami membuat laporan polisi ke Polda Sumut dan pelakunya ditangkap dalam tempo tidak begitu lama,” jelas Rasnita

BACA JUGA..  Polrestabes Medan Tembak Mati Kurir 30 Kg Sabu

Dijelaskan Rasnita Surbakti, sejak pihaknya diberi kuasa untuk menangani masalah hukum dari kliennya, melaporkan kasus penipuan penjualan sepeda sport (road bike) online fiktif tersebut ke Polda Sumut pada 1 September 2020.

Petugas Subdit V Siber langsung bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku penipuan via online tersebut pada Jumat (23/10/2020) di Medan kemarin.

“Setelah melakukan penyelidikan, tim Siber Ditreskrimsus menangkap pelakunya berinisial RC di Medan,” jelas Rasnita.(*)